RELUNG.ID – Delapan tahun lalu, LRT Sumatera Selatan hadir sebagai moda transportasi untuk menyukseskan Asian Games 2018. Kini, kereta ringan pertama di Indonesia itu menjelma menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palembang, dengan rata-rata melayani lebih dari 12 ribu penumpang setiap hari.
Perubahan tersebut terlihat dari lonjakan jumlah pengguna maupun peningkatan layanan yang dilakukan PT KAI (Persero) bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS).
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan LRT Sumsel tidak lagi sekadar menjadi transportasi pendukung event olahraga internasional, tetapi telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas.
“Selama delapan tahun beroperasi, LRT Sumsel telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Berbagai peningkatan pelayanan terus dilakukan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan transportasi publik,” ujar Aida.
Perkembangan itu terlihat dari meningkatnya frekuensi perjalanan kereta. Saat awal beroperasi pada 2018, LRT Sumsel hanya melayani 52 perjalanan per hari. Angka tersebut terus bertambah menjadi 88 perjalanan dan kini mencapai 94 perjalanan setiap hari.
Kenaikan itu berjalan seiring meningkatnya minat masyarakat menggunakan LRT. Jika pada awal operasional rata-rata hanya sekitar 3.000 penumpang per hari, kini jumlahnya melonjak menjadi sekitar 12.000 penumpang per hari.
Sepanjang Semester I 2026, LRT Sumsel telah mengangkut 2.206.500 penumpang dengan rata-rata 12.190 pengguna per hari.
Secara keseluruhan, sejak mulai beroperasi pada 23 Juli 2018 hingga pertengahan 2026, sebanyak 24.867.073 penumpang telah menggunakan layanan LRT Sumsel atau rata-rata lebih dari 3,1 juta penumpang setiap tahun.
Stasiun Asrama Haji, DJKA, Ampera, Bumi Sriwijaya, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II tercatat menjadi lima stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi.
Selain memperbanyak perjalanan, PT KAI juga terus meningkatkan kualitas pelayanan. Mulai dari menjaga ketepatan waktu perjalanan, memperpendek waktu tunggu antarkereta (headway), mempermudah sistem pembayaran tiket, hingga menambah perjalanan saat berlangsung agenda nasional maupun kegiatan berskala besar.
LRT Sumsel juga terus memperkuat integrasi antarmoda melalui layanan Feeder LRT yang memudahkan masyarakat menjangkau stasiun. Konektivitas dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi salah satu keunggulan yang mendukung mobilitas penumpang menuju transportasi udara.
Di sisi lain, sejumlah stasiun seperti Bumi Sriwijaya, Cinde, Ampera, dan DJKA kini dilengkapi tenant UMKM yang menjual makanan, minuman, hingga kerajinan tangan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha kecil sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa.
Sebagai bagian dari peringatan delapan tahun operasional, BPKARSS bersama PT KAI menggelar berbagai kegiatan apresiasi bagi masyarakat, di antaranya kampanye penggunaan LRT, Fun Walk, donor darah, serta sejumlah kegiatan sosial lainnya.
Aida menegaskan, PT KAI bersama BPKARSS akan terus berinovasi agar LRT Sumsel semakin menjadi pilihan utama masyarakat.
“Dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga LRT Sumsel semakin nyaman, andal, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan,” pungkasnya. (KPB)

