RELUNG.ID – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) I, H.M. Giri Ramanda N Kiemas, mendesak Polda Sumsel menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan aksi kekerasan saat unjuk rasa di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026).
Insiden yang menyebabkan sejumlah mahasiswa dan wartawan mengalami luka-luka itu dinilai menjadi ujian bagi kepemimpinan baru Polda Sumsel dalam menjalankan fungsi perlindungan dan pengayoman terhadap masyarakat.
Giri mengatakan, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Terlebih, dugaan aksi main hakim sendiri itu terjadi di depan markas kepolisian yang seharusnya menjadi tempat masyarakat mendapatkan perlindungan hukum.
“Ini menjadi ujian bagi Kapolda dan Wakapolda baru dalam menerapkan slogan Kapolri, yaitu ‘Polisi Bagi Masyarakat’,” kata Giri, Rabu (14/10/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, kepolisian harus menjamin perlindungan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingannya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi di muka umum, sementara wartawan harus mendapatkan jaminan keamanan ketika menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menyayangkan terjadinya dugaan kekerasan di tengah aksi unjuk rasa tersebut. Karena itu, Giri meminta aparat penegak hukum tidak membiarkan tindakan main hakim sendiri berlangsung tanpa konsekuensi hukum.
“Kepolisian harus bersikap adil dan menjadi pengayom bagi siapa pun, serta tidak membiarkan aksi main hakim sendiri terjadi di depan Mapolda Sumsel,” ujarnya.
Giri menilai, langkah konkret kepolisian dalam mengusut insiden tersebut sangat dinantikan masyarakat. Penanganan kasus, terutama dugaan penganiayaan terhadap wartawan dan tindakan yang menghambat mahasiswa menyampaikan pendapat, harus dilakukan secara profesional dan transparan.
Ia menegaskan, setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Sikap tegas Polda Sumsel dalam menangani kasus pemukulan wartawan dan penghalangan mahasiswa menyampaikan pendapat di muka umum sangat ditunggu oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Giri berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Menurutnya, penegakan hukum yang adil menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Jangan biarkan ada pihak yang main hakim sendiri lolos dari jerat hukum, terlebih kejadiannya berada tepat di depan kantor Mapolda Sumsel,” tegasnya. (DSK)

