RELUNG.ID– Tim Manggala Agni menemukan kejanggalan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Lahan yang terbakar ditemukan sudah rata dan siap ditanami, sementara perkebunan sawit yang berada tepat di sebelahnya justru tidak ikut terbakar.
Temuan tersebut memunculkan dugaan kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembersihan lahan untuk pembukaan atau perluasan kebun. Kondisi itu terpantau melalui kamera udara milik Manggala Agni setelah petugas melakukan pemadaman.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pola karhutla di sejumlah daerah di Sumsel memiliki karakteristik berbeda. Di Kabupaten Ogan Ilir (OI), misalnya, petugas kerap menghadapi dugaan pembakaran lahan yang waktunya diatur untuk menghindari pengawasan.
Sementara di Kabupaten Muara Enim, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembersihan lahan untuk perluasan kebun.
“Kalau di OI, banyak yang pola waktu membakar kucing-kucingan dengan petugas. Muara Enim, modelnya bersihkan lahan untuk perluasan kebun. Bahkan di Pedamaran kemarin ada yang sudah stacking-an (pembersihan dengan alat berat),” kata Ferdian, Selasa (13/10/2026).
Menurut Ferdian, pembakaran untuk membersihkan lahan berisiko membuat api menjalar ke kawasan sekitarnya. Kondisi lahan yang kering, angin kencang, serta banyaknya material yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.
“Model-model begitu yang akhirnya merembet ke mana-mana karena kondisi angin kuat dan bahan bakaran potensial semua,” ujarnya.
Meski demikian, dugaan pembakaran untuk pembukaan kebun tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab.
Dampak karhutla di Sumsel juga masih dirasakan warga Kota Palembang. Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan, dengan asap yang bergerak menuju ibu kota provinsi itu didominasi dari wilayah Cengal, Kabupaten OKI.
“Arah asap yang ke Palembang dominan masih dari Cengal (Kabupaten OKI),” kata Ferdian.
Berdasarkan data BMKG yang disampaikan dalam laporan tersebut, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palembang mencapai 261,6 mikrometer pada pukul 01.00 WIB dan meningkat menjadi 702,9 mikrometer pada pukul 12.00 WIB.
Di OKI, pemadaman masih difokuskan di sejumlah wilayah, meliputi Kayuagung, Riding, serta Sungai Bungin di Kecamatan Pangkalan Lampam.
Manggala Agni sebelumnya juga menangani kebakaran di Pulu Beruang, Kecamatan Tulung Selapan. Setelah pemadaman dinyatakan tuntas, personel dari daerah lain ditarik untuk memperkuat penanganan di titik kebakaran yang masih aktif.
“Kami tangani kemarin di Pulu Beruang Tulung Selapan, alhamdulillah puji syukur tuntas. Pasukan MA dua regu dari Sarolangun Jambi dan Siak Riau, pagi ini saya tarik,” ujar Ferdian.
Personel dari Sarolangun, Jambi, kemudian dikerahkan ke Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, untuk membantu Daops Lahat. Sementara personel dari Siak, Riau, diperbantukan ke wilayah Ogan Ilir, tepatnya ke arah Timbangan, yang ditangani Daops Banyuasin.
Perpindahan personel tersebut dilakukan untuk memperkuat pemadaman di wilayah yang masih berpotensi mengalami perluasan kebakaran.[YKP]

