Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMP Batumandi Terbakar di Laut, Api Muncul dari Geladak Kendaraan

20/10/2026

Diduga Hendak Mencuri, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Poliklinik Kompleks Pertamina

20/10/2026

30 KK Kehilangan Tempat Tinggal akibat Kebakaran di Jakabaring

20/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Tuesday, 20 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kabut Asap Kembali Pekat, Operasi Dry Ice Sumsel Berlanjut
Regional

Kabut Asap Kembali Pekat, Operasi Dry Ice Sumsel Berlanjut

RiyadiBy Riyadi20/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau langsung pesawat yang digunakan untuk penyemaian dry ice di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang. (Dudi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (20/10/2026), setelah kondisi udara sempat membaik.

Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan operasi penyemaian dry ice tetap dilanjutkan untuk membantu mengurangi kepekatan asap dan meningkatkan jarak pandang.

Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau langsung pesawat yang digunakan untuk penyemaian dry ice di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Ia menegaskan, kembali pekatnya kabut asap bukan berarti operasi tersebut dihentikan.

Baca juga :   Tiga Hari Hilang, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Komering

“Terjadi kepekatan asap karena ada anomali dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi, masyarakat perlu tahu bahwa bukan berarti operasi dry ice berhenti. Saat ini sedang dilakukan briefing dan persiapan untuk penerbangan sorti pertama,” kata Deru.

Menurut dia, penyemaian dry ice ditujukan untuk membantu mengatasi kondisi atmosfer yang menyebabkan asap terperangkap di dekat permukaan. Pemerintah juga menunggu tambahan material dry ice yang dikirim dari Jakarta.

“Kita berharap sekitar 15 menit setelah ditaburkan, dry ice ini bisa membantu memecah lapisan inversi yang tadi diinformasikan berada di ketinggian sekitar 300 meter,” ujarnya.

Baca juga :   Herman Deru: Suporter Sumsel United Akan Tumbuh Alami Lewat Prestasi

Deru mengatakan, operasi penyemaian dry ice selama 10 hari terakhir mendapat dukungan Kementerian Kehutanan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyetujui rencana perpanjangan operasi tersebut.

Dalam satu sorti penerbangan, sekitar 800 kilogram dry ice akan disebarkan. Dengan dua sorti, total material yang digunakan mencapai 1,6 ton.

Pemprov Sumsel berharap operasi ini dapat berlanjut hingga musim hujan tiba. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat, terutama di Palembang.

Baca juga :   Wali Kota Palembang Sambut Tim Wasev TNI AD, Bahas Program TMMD ke-123

“Terus kita lakukan dry ice untuk kenyamanan aktivitas masyarakat, khususnya di Kota Palembang. Namun, operasi pemadaman juga terus berjalan,” kata Deru.

Selain penyemaian dry ice, penanganan karhutla melalui pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing juga tetap disiapkan. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu wilayah prioritas karena luas wilayah dan kebakaran yang terjadi di daerah tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan, salah satu faktor yang menyebabkan kabut asap kembali pekat adalah lapisan inversi atmosfer. Kondisi ini terjadi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu, sehingga menghambat pergerakan vertikal udara.

Baca juga :   Harga Cabai di Sumsel Berfluktuasi, Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Akibatnya, asap dan uap air sulit bergerak ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi dan dapat terperangkap di dekat permukaan.

“Lapisan inversi ini sejatinya hampir setiap hari ada. Namun, pagi ini posisinya terlalu dekat dengan permukaan sehingga asap yang masuk ke Palembang tidak bisa menyebar lebih tinggi dan akhirnya terperangkap,” kata Wandayantolis.

Ia menjelaskan, lapisan inversi biasanya berada pada ketinggian sekitar dua hingga tiga kilometer. Namun, berdasarkan pengamatan pada Selasa pagi, lapisan tersebut berada di bawah satu kilometer dari permukaan.

Baca juga :   Gubernur Apresiasi BI Dorong UMKM, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen

Penyemaian dry ice dilakukan untuk membantu mengubah kondisi pada lapisan atmosfer tersebut agar asap dapat menyebar dan tidak terus terperangkap di wilayah Palembang.

Meski demikian, upaya mengurangi dampak asap melalui penyemaian dry ice tetap harus berjalan beriringan dengan pemadaman karhutla di wilayah sumber kebakaran, terutama di Kabupaten OKI.[DSK]

Dry Ice Gubernur Gubernur Sumsel Herman Deru Kabut Asap Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAsap Karhutla Ganggu Empat Penerbangan di Bandara SMB II Palembang
Next Article ISPU Lubuklinggau Turun ke 164, Udara Masih Tidak Sehat
Riyadi

Related Posts

Regional

KMP Batumandi Terbakar di Laut, Api Muncul dari Geladak Kendaraan

20/10/20265 Views
Regional

Diduga Hendak Mencuri, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Poliklinik Kompleks Pertamina

20/10/20266 Views
Regional

30 KK Kehilangan Tempat Tinggal akibat Kebakaran di Jakabaring

20/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202330,089 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202429,925 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202523,881 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,360 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?