RELUNG.ID– Kualitas udara di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mulai membaik setelah indeks standar pencemar udara (ISPU) sempat mencapai 180–190 dalam beberapa hari terakhir. Meski turun menjadi 164 pada Selasa (20/10/2026) pukul 13.00 WIB, kualitas udara masih masuk kategori tidak sehat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lubuklinggau Ardi mengatakan, pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala melalui aplikasi Pantau Juara yang terhubung dengan data BMKG dan NASA.
“Beberapa hari ini agak turun. Kemarin sempat agak tinggi, 180–190. Posisi pukul satu ini 164,” kata Ardi saat dikonfirmasi, Selasa.
Menurut dia, penurunan ISPU tersebut menjadi perkembangan positif. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai dampak kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat.
DLH juga memantau titik panas atau hotspot melalui aplikasi tersebut. Hingga pukul 13.00 WIB, tidak terdeteksi titik panas di wilayah Lubuklinggau.
“Kalau titik api di Lubuklinggau sekarang ini nol. Tapi tetap saja 164 ini kondisi tidak sehat, meski sudah mulai turun dari beberapa hari kemarin,” ujarnya.
Ardi memperkirakan kualitas udara akan kembali membaik dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prediksi yang dipantau pihaknya, ISPU diperkirakan berada di kisaran 159 hingga 153.
Terkait kabut asap yang masih menyelimuti kota, Ardi menduga kondisi tersebut dipengaruhi asap kiriman dari wilayah lain yang terbawa angin. Cuaca panas dan kondisi kemarau juga dinilai turut memengaruhi situasi tersebut.
Ia menjelaskan, kabut asap biasanya terlihat lebih pekat pada pagi hari karena bercampur dengan kabut, sehingga mengurangi jarak pandang dan membuat asap lebih terasa oleh masyarakat.
Meski ISPU menunjukkan tren penurunan, DLH tetap memantau perkembangan kualitas udara untuk memastikan kondisi lingkungan di Lubuklinggau.[NSR]

