RELUNG.ID- Pengelola Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) meminta maaf setelah video sopir truk derek atau towing yang diminta menggunakan dua kartu uang elektronik saat masuk tol viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Gerbang Tol Sumberjaya, Jawa Barat. Dalam video yang beredar, sopir truk towing memprotes petugas karena diminta melakukan tap dua kartu tol, masing-masing untuk truk derek dan mobil yang sedang diangkut.
Tidak terima dengan mekanisme transaksi tersebut, sopir akhirnya memilih putar balik dan membatalkan perjalanan melalui Tol Cipali.
Direktur Operasional Tol Cipali Novianto Dwi Wibowo membenarkan kejadian itu berlangsung di ruas tol yang dikelola perusahaannya.
“Menanggapi unggahan di media sosial terkait penerapan mekanisme transaksi bagi armada towing di Gerbang Tol Sumberjaya, kami selaku pengelola Ruas Tol Cipali menyampaikan bahwa benar kejadian tersebut berada pada ruas tol yang kami kelola,” ujar Novianto saat dihubungi Kompas.com.
Novianto menjelaskan, hasil pemeriksaan pihaknya menemukan ketidaksesuaian dalam proses identifikasi transaksi yang dilakukan petugas gerbang tol. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan memilih tidak melanjutkan perjalanan.
Atas kejadian itu, pengelola Tol Cipali menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang terdampak.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan serta waktu perjalanan yang terganggu akibat kejadian ini,” kata Novianto.
Ia menegaskan, transaksi kendaraan towing di Tol Cipali mengikuti golongan kendaraan truk derek yang digunakan. Sementara itu, kendaraan yang diangkut tidak dikenakan tarif tol secara terpisah.
“Transaksi yang berlaku di ruas tol kami untuk kendaraan towing, diberlakukan sesuai dengan golongan kendaraan tersebut, tanpa mengenakan tarif pada kendaraan yang diangkut,” jelasnya.
Pengelola Tol Cipali menyatakan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan, khususnya dalam penerapan mekanisme transaksi di gerbang tol.
Novianto juga mengapresiasi masukan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial sebagai bahan perbaikan layanan ke depan.
“Kami terus mendengar dan menyampaikan terima kasih atas masukan yang disampaikan. Hal ini akan kami jadikan sebagai evaluasi dalam peningkatan layanan tol kami ke depannya,” ujarnya.[YKP]

