RELUNG.ID – Sebuah video yang memperlihatkan perempuan mengenakan seragam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tengah menjadi sorotan di media sosial.
Dalam video yang beredar, perempuan tersebut diduga membuat konten yang menyerupai kondisi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Video itu sebelumnya disebut diunggah melalui Instagram Story oleh akun @ehsabeth. Rekaman tersebut kemudian dibagikan ulang oleh akun Threads Ruanglogo.id hingga menarik perhatian warganet.
Dalam video tersebut, perempuan yang disebut sebagai pegawai atau relawan SPPG itu terlihat menyantap makanan dari program MBG. Sebelum makan, ia sempat memperlihatkan wadah makanan yang dilengkapi stiker informasi mengenai batas waktu konsumsi.
Pada stiker tersebut tercantum keterangan makanan dapat dikonsumsi hingga pukul 12.00 WIB.
Setelah menyantap makanan, perempuan itu kemudian memperagakan tingkah yang disebut menyerupai seseorang yang mengalami gangguan ingatan.
Ia terlihat memegang bagian kepalanya sembari melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai identitas dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Aksi tersebut kemudian diduga berkaitan dengan sejumlah kasus gangguan kesehatan yang sebelumnya dikaitkan dengan konsumsi makanan dalam program MBG.
Dalam rekaman, adegan tersebut tampak dikemas sebagai konten bercanda. Namun, video itu menuai reaksi setelah dikaitkan dengan kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah penerima manfaat MBG.
Sejumlah warganet mengecam konten tersebut karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap orang-orang yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan.
Sorotan semakin besar lantaran perempuan dalam video terlihat mengenakan seragam SPPG, lembaga yang terlibat dalam penyediaan makanan program MBG.
Bagi sejumlah pengguna media sosial, persoalan keamanan makanan dan dugaan keracunan merupakan isu serius yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat sehingga dinilai tidak semestinya dijadikan bahan candaan.
Meski demikian, konteks sebenarnya dari video tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Identitas lengkap perempuan dalam video, lokasi pengambilan gambar, serta statusnya sebagai pegawai atau relawan SPPG juga belum diketahui secara jelas.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak SPPG terkait video yang beredar tersebut.
Belum diketahui pula apakah aksi dalam video memang dimaksudkan untuk memparodikan korban keracunan MBG atau memiliki konteks lain.
Klarifikasi dari pihak terkait masih dinantikan untuk memastikan latar belakang dan maksud sebenarnya dari video yang kini menjadi perbincangan di media sosial. (vid)

