RELUNG.ID — Masjid Agung Palembang, juga dikenal sebagai Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin, merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang memperkaya warisan budaya dan arsitektur Indonesia.
Masjid Agung Palembang berlokasi di Jl Jenderal Sudirman, 19 Ilir, Bukit Keil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, masjid ini menjadi salah satu landmark penting di kota Palembang.
Masjid Agung Palembang dibangun pada abad ke-18 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, yang memerintah Kerajaan Palembang pada tahun 1724-1758.
Selain itu ada fakta-fakta menarik terkait pembangunan Masjid Agung Palembang. RELUNG.ID merangkum itu :
1. Diresmikan pada Tahun 1748
Pembangunan masjid memakan waktu sekitar 10 tahun, dimulai dari tahun 1738 hingga 1748. Masjid ini diresmikan pertama kali untuk tempat ibadah pada tanggal 28 Jumadil Awal 115 H atau 26 Mei 1748.
2. Menara Dibangun pada Masa Sultan Ahmad Najamudin
Awalnya, masjid ini tidak memiliki menara. Namun, menara baru dibangun sekitar 10 tahun setelah pembangunan masjid utama, pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (1758-1774).
3. Menara dengan Gaya Kelenteng
Menara Masjid Agung Palembang memiliki pola berbentuk segi enam dengan tinggi 20 meter. Bentuk atap menara melengkung pada bagian ujungnya, mirip dengan gaya arsitektur kelenteng, dan dikelilingi oleh teras berpagar.
4. Pengaruh Eropa dan Tiongkok pada Renovasi
Masjid Agung Palembang telah mengalami beberapa kali perombakan sepanjang sejarahnya. Pada tahun 2003, renovasi dilakukan dengan memperhatikan pengaruh arsitektur dari tiga kawasan, yaitu Indonesia, Tiongkok, dan Eropa.
Terlihat dari pintu masuk gedung yang besar dan tinggi dengan pengaruh Eropa, serta atap yang mirip dengan kelenteng sebagai ciri arsitektur Tiongkok.
5. Sponsor Pertamina untuk Menara Baru
Pada tahun 1970, Pertamina mensponsori pembangunan menara baru dengan tinggi 45 meter. Menara baru ini berdampingan dengan menara asli bergaya Cina dan diresmikan pada tanggal 1 Februari 1971.
6. Usia yang Cukup Tua
Sejak diresmikan pada tahun 1748, Masjid Agung Palembang telah berusia 274 tahun pada tahun 2022, menjadikannya sebagai salah satu masjid tertua di kawasan Palembang.
7. Sentral bagi Kehidupan Agama dan Sosial
Sebagai masjid terbesar di Palembang, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat setempat.
Sumber : duniamasjid.islamic-center.or.id

