RELUNG.ID – Kesultanan Palembang Darussalam, sebuah entitas bersejarah yang mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-17 hingga abad ke-19, mengalami liku-liku perjalanan yang kini menjadi bagian integral dari sejarah Sumatra Selatan.
Pada masa kejayaannya, Kesultanan Palembang Darussalam meliputi wilayah Provinsi Sumatra Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung. Namun, pada tahun 1823, setelah terlibat dalam pertempuran sengit, Belanda menghapus kesultanan ini dari peta politik.
Pada tahun 2003, Kesultanan Palembang Darussalam dihidupkan kembali sebagai simbol kebudayaan di Sumatra Selatan, dengan Sultan Mahmud Badaruddin IV Fauwaz Diradja sebagai pemimpin yang naik takhta pada tahun 2017.
Baca Juga: Sejarah Terbentuknya Daerah Otonom Baru di Sumsel ‘Muratara’
Berikut 7 fakta Kesultanan Palembang Darussalam yang dirangkum RELUNG.ID dari Wikipedia,
1. Asal Mula Kesultanan Palembang
Kesultanan Palembang Darussalam bermula pada pertengahan abad ke-16, ketika Ki Gede Sedo Ing Lautan, salah satu keluarga kerajaan yang melarikan diri dari kemelut Kesultanan Demak, mendirikan kerajaan di Palembang. Pada awalnya, kesultanan ini menjadi bawahan Kesultanan Mataram, yang dianggap sebagai pelindung dari Kesultanan Banten. Namun, pada masa pemerintahan Ki Mas Hindi (1659-1706), hubungan dengan Kesultanan Mataram diputuskan, dan Ki Mas Hindi menyatakan dirinya sebagai Sultan Abdurrahman, menjadi pendiri dan raja pertama Kesultanan Palembang.
2. Pusat Pemerintahan Kesultanan
Pusat pemerintahan Kesultanan Palembang mengalami beberapa perpindahan lokasi selama sejarahnya. Keraton pertama, Kuto Gawang, dibakar oleh VOC pada tahun 1659 sebagai balasan atas perlawanan Palembang terhadap VOC. Kemudian, Sultan Abdurrahman memindahkan keratonnya ke Beringin Janggut, lalu ke Kuto Tengkurak pada pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I, dan terakhir ke Kuto Besak pada pemerintahan Sultan Muhamad Bahauddin.
Baca Juga: Fakta-fakta dan Sejarah LRT Palembang, Diawali dengan Usulan Monorel
Keraton Kuto Besak, yang dibangun pada periode Sultan Muhamad Bahauddin, menjadi istana terbesar yang masih berdiri hingga saat ini. Lokasinya di Kuto Besak telah menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang memukau.
3. Silsilah Sultan-Sultan Palembang
Berikut adalah beberapa nama sultan yang memimpin Kesultanan Palembang dari berdirinya hingga saat ini:
- Sultan Abdurrahman (1659–1706)
- Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago (1706–1718)
- Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno (1718–1724)
- Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo (1724–1757)
- Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kusumo (1757–1776)
- Sultan Muhammad Bahauddin (1776–1803)
- Sultan Mahmud Badaruddin II (1804–1813, 1818–1821)
- Sultan Ahmad Najamuddin II (1812–1813, 1813–1818)
- Sultan Ahmad Najamuddin III (1821–1823)
- Sultan Mahmud Badaruddin III, Prabu Diradja Al-Hajj (2003–2017)
- Sultan Mahmud Badaruddin IV, Fauwaz Diradja (2017–sekarang)
Baca Juga: Berdiri Selama 59 Tahun, Begini Sejarah dan Fakta Jembatan Ampera
4. Perjuangan dengan Belanda dan Inggris
Sejak awal abad ke-17, Belanda berusaha menguasai Kesultanan Palembang, terutama karena kekayaan tambang timah di wilayah tersebut. Meskipun Inggris berhasil menduduki Palembang pada suatu waktu, Sultan Mahmud Badaruddin II akhirnya kembali berkuasa setelah Indonesia dikembalikan oleh Inggris ke Belanda.
5. Runtuhnya Kesultanan Palembang
Pada 12 Juni 1819, pertempuran sengit antara Palembang dan Belanda dimulai, berlanjut hingga 1821. Setelah kekalahan dan serangan mendadak oleh Belanda pada Juni 1821, Kesultanan Palembang resmi jatuh pada tahun 1823. Sultan Ahmad Najamuddin III diasingkan ke Maluku, dan Kesultanan Palembang dihapus oleh Belanda, bersama dengan penghancuran Kuto Tengkurak hingga rata dengan tanah.
6. Kebangkitan Kesultanan
Setelah sekian lama, pada tahun 2003, Majelis Adat Palembang memutuskan untuk menghidupkan kembali Kesultanan Palembang. Sultan Mahmud Badaruddin III dilantik sebagai simbol kesultanan, yang kemudian digantikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin IV Fauwaz Diradja pada tahun 2017.
Baca Juga: Kue Delapan Jam dan Maksuba, Kue Basah Khas Palembang dengan Cerita Historis
7. Peninggalan Bersejarah
Beberapa peninggalan bersejarah Kesultanan Palembang yang tetap berdiri hingga sekarang antara lain Benteng Kuto Besak, Masjid Agung Palembang, dan Makam Lembang.
Dengan kebangkitan Kesultanan Palembang Darussalam, sejarah dan kekayaan budayanya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas Sumatra Selatan.
Begitulah perjalanan Kesultanan Palembang Darussalam semoga bermanfaat bagi Relungnres.

