RELUNG.ID – Seleksi terbuka atau lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II telah dimulai sejak Januari 2024 lalu.
Berdasarkan informasi, hasil seleksi tersebut rencananya akan segera diumumkan. Namun, hingga kini pengumuman ditunda.
Hal ini membuat sejumlah aktivis anti korupsi Sumsel mempertanyakan transparansi dan kredibilitas dalam proses lelang jabatan tersebut. Salah satunya, penggiat anti korupsi DPW BPI KPNPA RI Sumsel.
Dikutip dari RMOLSumsel, Pelaksana harian (Plh) Sekda Sumsel, Edward Chandra mengatakan, saat ini proses lelang jabatan tersebut di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel.
“Langsung saja ke BKD Sumsel untuk prosesnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala BKD Sumsel, Ismail Fahmi mengakui, saat ini proses seleksi JPT Pratama untuk lima jabatan tengah berlangsung. Dimana, proses seleksi ini terdapat sistem gugur pada seleksi administrasi dan assesstmen.
Dia juga menegaskan, semua tahapan dilakukan secara terbuka dan transparan. Karena itu, dia pun membantah tudingan adanya peserta seleksi yang merupakan titipan pejabat.
“Tidak ada titipan, semua dilaksanakan secara terbuka,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPW BPI KPNPA RI Sumsel, Feriyandi ‘mencium’ adanya indikasi dugaan kolusi dalam proses seleksi tersebut.
Mengingat, seleksi terbuka ini dinilai kurang transparan dan melibatkan orang yang berkompeten di bidangnya.
Indikasi tersebut terlihat dari peserta seleksi terbuka. Dimana, ada sejumlah nama yang tidak kompeten yang berpotensi sengaja diloloskan untuk mengakomodir kepentingan tertentu. Bukan untuk melayani masyarakat.

