RELUNG.ID — Banjir yang melanda Ogan Komering Ulu (OKU) disebut sebagai yang terparah dalam 8 tahun terakhir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, M Iqbal Alisyahbana, menjelaskan bahwa debit Sungai Ogan naik secara signifikan akibat hujan deras intensitas tinggi di OKU.
“Nilai kerugian akibat banjir masih dalam proses perhitungan oleh tim yang turun ke lapangan. Namun, peristiwa banjir ini telah menyebabkan putusnya satu jembatan gantung dan beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan, ” kata dia, Rabu (8/5/2024).
Iqbal mengatakan bahwa sejumlah akses jalan yang sempat ditutup telah dibuka kembali. Tim BPBD Sumsel telah dikerahkan untuk membantu dalam penanganan banjir.
“Meskipun akses jalan telah dibuka, akses internet di wilayah yang terdampak banjir mengalami gangguan. Selain itu, beberapa titik juga mengalami pemadaman listrik sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan korsleting listrik, ” kata dia.
Menurut Iqbal, kondisi banjir di lapangan sudah mulai surut, meskipun beberapa titik yang terletak di daerah rendah masih terendam banjir. BPBD Sumsel juga telah memberikan bantuan obat-obatan, makanan, selimut, dan sebagainya kepada warga yang terdampak banjir, serta mengirimkan perahu untuk membantu dalam proses evakuasi.
“Saya juga minta BPBD OKU untuk membuat desain pemetaan wilayah banjir guna meminimalisir potensi banjir di masa mendatang. Langkah-langkah lain yang disarankan termasuk pengerukan sungai karena pendangkalan, pembersihan aliran drainase, dan tindakan lainnya untuk memastikan aliran air dapat mengalir dengan lancar, “kata dia. [RG]

