RELUNG.ID — Menjelang Idul Adha, Pemerintah Kota Palembang mencatat kebutuhan hewan kurban mencapai lebih dari 12.000 ekor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang, Albert Medianto, mengungkapkan bahwa kebutuhan tersebut mencakup lebih dari 5.000 ekor sapi dan lebih dari 7.000 ekor kambing.
“Secara keseluruhan, kami mencatat kebutuhan hewan kurban jenis sapi di Palembang ada 5.000 ekor lebih, sementara kambing 7.000 ekor lebih,” kata Albert Kamis (23/5/2024).
Untuk memenuhi kebutuhan ini, pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi hewan kurban dari berbagai daerah, termasuk Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan hewan kurban.
“Hewan kurban yang masuk ke Palembang dominan berasal dari Lampung dan juga yang dikirim dari NTB. Sudah ada tim pengawas yang dibentuk untuk memastikan bahwa hewan kurban sudah memenuhi syarat,” jelas Albert.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel sekaligus Medik Veteriner Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumsel, drh Jafrizal, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan hewan kurban harus memenuhi empat syarat penting yakni persyaratan hewan kurban, tempat penjualan/kandang, alat angkut, dan tempat penyembelihan.
“Syarat itu, mulai dari persyaratan hewan kurban, tempat penjualan/kandang, alat angkut dan tempat penyembelihan. Semua penjual hewan kurban harus memahami ini,” pungkas Jafrizal.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, guna menjamin kelancaran pelaksanaan Idul Adha di Palembang.[RG]

