RELUNG.ID — Pembangunan jalan tol Betung (Simpang Sekayu) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, hingga Tempino, Jambi mengalami kendala dalam pengadaan tanah dan penetapan lokasi (Penlok).
Ruas tol ini merupakan bagian dari proyek tol Palembang-Jambi yang sebelumnya ditargetkan selesai akhir 2025, namun kini diperkirakan baru dapat beroperasi pada awal 2026. Pemkab Muba tengah melakukan upaya percepatan untuk mengatasi hambatan tersebut.
Penjabat Bupati Muba, Sandi Fahlepi, menyatakan bahwa mereka telah melakukan penandatanganan pembaruan pengadaan tanah Penlok Tol Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi di Muba.
Penandatanganan ini merupakan pendelegasian kewenangan dari Gubernur Sumsel kepada Pemkab Muba berdasarkan Surat Nomor 591/2290/DLHP/B.V/2024 tanggal 18 Juli 2024 tentang pembaruan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) tol tersebut.
“Pemkab Muba sudah melaksanakan pendelegasian kewenangan Gubernur Sumsel ini,” ujar Sandi pada Rabu (24/7/2024).
Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kajari Muba Roy Riady, PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Kementerian PUPR Indrawati, Project Director PT Hutama Karya Sarjono, Kepala BPN Muba Ahmad Aminullah, dan lainnya.
“Setelah penetapan lokasi jalan tol ini, Asisten I Setda Muba dan jajaran OPD terkait akan melakukan kegiatan pembebasan lahan masyarakat. Kita berharap tidak ada hambatan dalam proyek strategis nasional ini,” jelasnya.
Sarjono, Project Director PT Hutama Karya, menyatakan bahwa dengan perpanjangan Penlok, pihaknya akan segera melaksanakan pengerjaan konstruksi. Pemerintah pusat menargetkan tol ini sudah dapat beroperasi pada awal tahun 2026.
“Target pemerintah pusat awal tahun 2026 sudah operasional, untuk itu kami harap ini dimudahkan,” kata Sarjono.
Tol Betung-Tempino-Jambi memiliki panjang trase 170,03 kilometer, melintasi 28 desa di delapan kecamatan di Muba dengan panjang 131,65 KM dan membutuhkan luas lahan sebesar 1.241 hektar.
Kajari Muba Roy Riady menambahkan bahwa pihaknya diminta turut serta menyelesaikan persoalan pembangunan proyek strategis nasional tersebut dan memberikan pendampingan untuk Pemkab Muba.
“Kami adalah bagian yang tidak terpisahkan, karena ada kewenangan kami sebagai penegak hukum, agar tidak terjadinya persoalan hukum setelah penetapan lokasi ini,” katanya.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada kunjungannya ke Sumsel pada April lalu meninjau progress pembangunan ruas Palembang-Betung. Beliau menyatakan bahwa Kementerian PUPR bersama dengan Pemda, jajaran kontraktor pelaksana, dan BUJT telah menyepakati percepatan penuntasan jalan tol ini.
“Palembang-Betung, Insya Allah awal 2025 bisa tuntas,” katanya.
Setelahnya, akan dilanjutkan dengan rencana konstruksi Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi dengan komposisi seksi 1 Betung-Tungkal Jaya, seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir, seksi 3 Bayung Lencir-Tempino, dan seksi 4 Tempino-Jambi/Simpang Ness.
Menuju Jambi, antara Bayung Lencir dan Tempino (Seksi 3) sepanjang 33 km telah dikerjakan dengan progres 77 persen (April 2024). Target penyelesaian ruas Bayung Lencir-Tempino adalah Juli 2024 dan dapat diresmikan secara parsial.
“Kemudian dari Betung-Bayung Lencir (Seksi 1-2) dan dari Tempino ke Jambi/Simpang Ness (Seksi 4) akan dimulai konstruksinya Mei 2024. Dengan demikian, Insya Allah Palembang-Jambi sudah bisa terealisasi utuh di akhir 2025,” imbuhnya.[AYK]

