RELUNG.ID — Jakabaring Sport City (JSC) di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan kawasan olahraga terbesar di Asia Tenggara (ASEAN).
Kawasan ini terkenal sebagai tempat penyelenggaraan berbagai event olahraga, mulai dari tingkat lokal hingga internasional. Namun, tidak banyak yang mengetahui asal-usul dan sejarah perkembangan Jakabaring.
Dari Rawa Lebak Menjadi Kota Olahraga
Pada tahun 1990-an, Jakabaring hanyalah bentangan rawa lebak yang luas, dihuni oleh dua kecamatan: Seberang Ulu I dan Seberang Ulu II. Akses ke daerah ini hanya melalui Sungai Musi dengan menggunakan kapal.
Faisol, seorang tokoh masyarakat Jakabaring berusia 65 tahun, mengenang bahwa pada masa itu, daerah tersebut hanya bisa dijangkau dengan kapal untuk membeli genteng di kawasan tersebut. “Tidak ada jalan, hanya bentangan sawah saat itu,” kata Faisol.
Pembangunan dan Perubahan
Perubahan besar mulai terjadi pada tahun 2000 ketika pemerintah mulai melirik Jakabaring untuk pembangunan. Persiapan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 di Palembang menjadi titik awal pembangunan besar-besaran di kawasan ini.
Jalan Gubernur H Bastari, yang dikenal oleh warga sebagai Jalan Jakabaring, menjadi akses utama menuju kawasan ini.
Asal-Usul Nama Jakabaring
Faisol menjelaskan bahwa nama “Jakabaring” merupakan singkatan dari empat suku yang paling banyak menghuni daerah tersebut pada masa awal perkembangannya:
-Ja untuk Jawa
– Ka untuk Kaba (sebutan untuk orang Semendo)
– Ba untuk Batak
– Ring untuk Komering
Kecamatan Jakabaring
Jufriansyah, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Lurah 15 Ulu pada tahun 2014, menyatakan bahwa Kecamatan Jakabaring baru terbentuk pada tahun 2016, mekar dari Kecamatan Seberang Ulu I.
Kecamatan ini memiliki wilayah seluas 11.722 hektare. Jufriansyah mengaku tidak menyangka bahwa Jakabaring akan berkembang pesat, dari tanah persawahan menjadi kawasan yang sangat bernilai.
“Saya sejak kecil tinggal di wilayah Seberang Ulu I, jadi tahu persis daerah Jakabaring itu dulunya tanah persawahan dan kini menjadi tanah emas,” tutup Jufriansyah.
Jakabaring kini telah berubah dari rawa dan sawah menjadi kawasan olahraga bertaraf internasional, dengan berbagai fasilitas olahraga yang menarik perhatian nasional dan internasional.[AYK]

