RELUNG.ID – Sejumlah mahasiswa Universitas Bina Insan Lubuklinggau mengaku telah dua kali menjadi korban pencurian saat melaksanakan KKN di wilayah Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.
Akibatnya, mereka pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan mengajukan perpindahan dari lokasi KKN Desa Muara Nilau dan Desa Taba Tengah.
“Hari ini kami melakukan pencabutan mahasiswa KKN di Kecamatan Selangit karena ada dua kejadian pencurian,” kata Rektor Universitas Bina Insan Lubuklinggau, Dr Sardiyo, Jumat (26/7).
Dua kejadian itu, diketahui yang pertama terjadi pada 22 Juli di Desa Muara Nilau. Disini mahasiswa yang KKN kehilangan 4 ponsel dan uang tunai Rp1 juta.
Kemudian tempat yang kedua terjadi di Desa Taba Tengah pada Jumat, (26/7). Dalam kejadian ini mahasiswa kehilangan 5 handphone, 1 laptop dan 1 tas.
“Akibatnya mahasiswa jadi tidak kondusif sehingga 90 persen mahasiswa meminta untuk dipindahkan ke lokasi KKN yang labih kondusif,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Musi Rawas AKBP Andi Supriadi melalui Kapolsek STP Ulu Terawas, AKP Farizal Alamsya mengaku pihaknya sudah mendapat laporan tersebut. Bahkan perwakilan dari mahasiswa sudah membuat laporan ke Polres Musi Rawas.
“Mereka sudah melapor,” katanya.
Atas kejadian tersebut pihaknya mengimbau kepada mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN agar selalu menjaga barang pribadi dengan baik. Terutama lagi tambahnya, ketika pertama kali ke tempat yang dikunjungi. (ANS)

