RELUNG.ID – Mahasiswa Universitas Insan Lubuklinggau yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi korban pencurian saat bertugas di Kecamatan Selangit, Musi Rawas, Jumat (26/7).
Akibat pencurian tersebut, para mahasiswa harus kehilangan 5 handphone, 1 laptop dan 1 tas.
“Kasus pencurian ini terjadi di dua desa di Kecamatan Selangit, yakni Desa Muara Nilau dan Desa Taba Tengah Kecamatan Selangit,” kata Kapolsek STL Ulu Terawas, AKP Farizal Alamsyah, Sabtu (27/7).
Dia mengakui jika para mahasiswa ini juga telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Bahkan, hari ini pihaknya bersama Camat, Kades, Lurah serta Babinsa telah menggelar Rapat Koordinasi untuk mengungkap kasus tersebut.
Adapun hasil dari rapat koordinasi, pihak Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa mendukung tindakan kepolisian. Baik itu preventif, represif dan tindakan tegas terukur yang diambil oleh Polres Musi Rawas.
Selain itu juga, pihak pemerintah mendukung penuh Polres Musi Rawas dalam mengungkap kasus kriminalitas yang terjadi di Kecamatan Selangit.
“Dalam hal ini dukungan tersebut, berupa memberikan informasi yang valid. Selain itu, pemerintah juga bakal mengaktifkan peran Linmas Desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sekelompok mahasiswa yang tengah melaksanakan KKN di dua Desa wilayah Kecamatan Selangit baru 5 hari sudah beberapa kali kehilangan barang-barang mereka. Barang-barang tersebut diduga dicuri berupa
Dua kejadian itu, diketahui yang pertama terjadi pada 22-23 Juli di Desa Muara Nilau. Disini mahasiswa yang KKN kehilangan 4 handphone (HP) dan uang tunai Rp1 juta.
Kemudian tempat yang kedua terjadi di Desa Taba Tengah pada Jumat, 26 Juli 2024. Dalam kejadian ini mahasiswa kehilangan 5 handphone, 1 laptop dan 1 tas. (ANS)

