RELUNG.ID – Dry ice mirip seperti batu es tetapi bukan batu es. Nah jangan sampai kalian konsumi karena berbahaya.
Hal itu karena bukan seperti es batu yang dihasilkan dari air mineral. Namun Dry ice atau es kering adalah karbon dioksida yang dipadatkan. Namun jika mencair, statusnya berubah menjadi gas karbon dioksida.
Dilansir dari Halodoc ini ada 7 fakta dry ice yang jarang diketahui orang. Simak dibawah ini :
1. Membersihkan peralatan
Dry ice gunanya untuk apa, ya? Nah, es ini berguna untuk membersihkan peralatan, terutama peralatan industri. Pembersihan menggunakan es kering adalah proses pembersihan kering, sehingga peralatan yang mudah rusak atau pecah dapat kamu bersihkan dengan mudah.
Sebenarnya, es ini juga berguna pada lintas industri, mulai dari pengawetan dan penyimpanan makanan atau karbonasi minuman. Es kering juga berguna untuk mengawetkan spesimen dan organ di rumah sakit dan laboratorium, sampai kepada pengendalian hama.
Baca Juga: 13 Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Mulut
2. Tidak menghasilkan pembuangan limbah
Membersihkan dengan es ini tidak meninggalkan produk limbah, hanya sisa-sisa bahan asli dan kontaminan yang merupakan hasil dari proses pembersihan.
3. Menghilangkan mikroorganisme yang merugikan
Pembersihan dengan es kering dapat menghilangkan bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli dari berbagai permukaan seperti baja tahan karat, ubin keramik, dan plastik. Hal ini bisa sangat berguna bagi perusahaan makanan dan minuman.
4. Tidak boleh dikonsumsi
Dry ice tidak boleh kamu konsumsi karena dapat terbakar secara internal dan juga melepaskan gas saat berubah dari padat menjadi gas. Jangankan untuk mengonsumsinya, es kering dapat menyebabkan wadah atau permukaan tempat penyimpanannya retak.
Nah, bayangkan bila tertelan? Ada beberapa tanda kalau kamu keracunan es kering, yaitu sakit kepala dan kesulitan bernapas, dan dengan paparan yang lebih besar, bisa memicu mual dan muntah.
5. Simpan di area berventilasi baik
Sebaiknya kamu menyimpannya di dalam area berventilasi baik untuk meminimalkan penumpukan karbon dioksida. Gas karbon dioksida yang menyublim akan tenggelam ke daerah rendah dan menggantikan udara beroksigen. Ini dapat menyebabkan mati lemas jika terhirup.
Hindari juga menyimpan es kering dalam wadah tertutup rapat. Gas dapat menumpuk dan menyebabkan ledakan. Itulah sebabnya, ventilasi menjadi bagian penting untuk mencegah penumpukan karbon dioksida–termasuk dry ice–karena dapat berakibat fatal.
Baca Juga: Ini Manfaat ASI Ekskusif untuk Ibu dan Bayi
6. Jangan buang sisanya sembarangan
Jenis es ini memiliki suhu yang sangat dingin. Membuang sisa yang tidak lagi kamu gunakan ke wastafel bisa menyebabkan kerusakan serius pada wastafel dan saluran air.
Selain itu, kamu juga sebaiknya tidak membuangnya ke tempat sampah, terutama yang tertutup. Sebab, ini dapat menyebabkan penumpukan gas dan tempat sampah bisa meledak.
Jika ada sisa, biarkanlah es meleleh menjadi gas di ruang yang berventilasi baik. Lebih baik lagi jika di luar ruangan. Menuangkan air hangat akan membantu mempercepat prosesnya. Pastikan untuk menjauhkannya dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
7. Bertahan lebih lama daripada es biasa
Dry ice memiliki daya tahan lebih lama daripada es batu biasa. Namun, berapa lama daya tahannya? Jika tersimpan dalam kotak pendingin, maka es ini dapat bertahan selama 24 jam.
Bahkan, jika es ini berada dalam kumpulan jenis es ini lainnya, maka es bisa bertahan selama 3-4 hari. Ada beberapa faktor yang memengaruhi daya tahan es ini, seperti ketebalan kotak penyimpanan, jumlah es kering dalam kotak penyimpanan, hingga suhu luar kotak penyimpanan.
Itulah berbagai fakta tentang dry ice yang penting untuk diketahui. Meski banyak manfaatnya, es ini juga bisa berbahaya jika kamu tidak menanganinya dengan benar.
Semoga bermanfaat

