Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Pj Gubernur Tegaskan Komitmen Tekan Kemiskinan di Sumsel
Bisnis

Pj Gubernur Tegaskan Komitmen Tekan Kemiskinan di Sumsel

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda09/08/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pj Gubernur Sumsel saat menghadiri RELUNG.ID — Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, menegaskan komitmennya dalam menekan tingkat kemiskinan di provinsi tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat sekretariat bersama yang membahas isu pembangunan manusia dan kebudayaan, khususnya terkait penurunan kemiskinan, yang berlangsung di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel pada Jumat, 9 Agustus 2024. Elen menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mengukur kemiskinan adalah pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach), di mana kemiskinan didefinisikan sebagai ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun non-makanan. Menurutnya, kemiskinan ekstrem merupakan masalah multidimensi yang mencakup berbagai kendala, seperti pendidikan rendah, kesehatan yang menurun, akses terbatas terhadap air bersih, hunian yang tidak layak, serta pendapatan yang rendah. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Sumatera Selatan per Maret 2024 mencapai 984,24 ribu orang, menjadikan provinsi ini berada di peringkat ke-6 tertinggi secara nasional. Namun, Elen juga menyoroti adanya penurunan jumlah penduduk miskin yang signifikan, yakni turun 61,4 ribu orang dibandingkan dengan Maret 2023. Tren penurunan kemiskinan di Sumatera Selatan terus berlanjut, dengan persentase turun dari 12,71 persen pada Maret 2019 menjadi 10,97 persen pada Maret 2024. Dalam pertemuan tersebut, Elen juga mengungkapkan bahwa 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan mengalami penurunan tingkat kemiskinan dari Maret 2023 ke Maret 2024, dengan 7 di antaranya berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen. Kota Pagar Alam bahkan mencatat tingkat kemiskinan yang lebih baik dibandingkan capaian nasional dan provinsi, yakni 8,18 persen. Elen juga memaparkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Sumatera Selatan mengalami penurunan, mencapai 0,59 persen per Maret 2024, lebih rendah dibandingkan capaian nasional yang sebesar 0,83 persen. Namun, ada lima kabupaten/kota di Sumsel yang masih memiliki tingkat kemiskinan ekstrem di atas capaian provinsi. Merujuk pada Inpres Nomor 4/2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Elen menekankan pentingnya sinergi dan keterpaduan dalam melaksanakan tiga strategi utama untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Strategi tersebut meliputi pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar. Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, menekankan bahwa pertemuan ini merupakan rapat kedua dalam upaya bersama untuk memajukan perekonomian dan menekan inflasi di Sumsel. Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa BPS telah melakukan penghitungan kemiskinan secara periodik dengan pendekatan ekonomi dan multidimensi, guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kemiskinan di Sumsel /
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, menegaskan komitmennya dalam menekan tingkat kemiskinan di provinsi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat sekretariat bersama yang membahas isu pembangunan manusia dan kebudayaan, khususnya terkait penurunan kemiskinan, yang berlangsung di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Elen menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mengukur kemiskinan adalah pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach), di mana kemiskinan didefinisikan sebagai ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun non-makanan.

Menurutnya, kemiskinan ekstrem merupakan masalah multidimensi yang mencakup berbagai kendala, seperti pendidikan rendah, kesehatan yang menurun, akses terbatas terhadap air bersih, hunian yang tidak layak, serta pendapatan yang rendah.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Sumatera Selatan per Maret 2024 mencapai 984,24 ribu orang, menjadikan provinsi ini berada di peringkat ke-6 tertinggi secara nasional. Namun, Elen juga menyoroti adanya penurunan jumlah penduduk miskin yang signifikan, yakni turun 61,4 ribu orang dibandingkan dengan Maret 2023. Tren penurunan kemiskinan di Sumatera Selatan terus berlanjut, dengan persentase turun dari 12,71 persen pada Maret 2019 menjadi 10,97 persen pada Maret 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Elen juga mengungkapkan bahwa 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan mengalami penurunan tingkat kemiskinan dari Maret 2023 ke Maret 2024, dengan 7 di antaranya berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen. Kota Pagar Alam bahkan mencatat tingkat kemiskinan yang lebih baik dibandingkan capaian nasional dan provinsi, yakni 8,18 persen.

Elen juga memaparkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Sumatera Selatan mengalami penurunan, mencapai 0,59 persen per Maret 2024, lebih rendah dibandingkan capaian nasional yang sebesar 0,83 persen. Namun, ada lima kabupaten/kota di Sumsel yang masih memiliki tingkat kemiskinan ekstrem di atas capaian provinsi.

Merujuk pada Inpres Nomor 4/2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Elen menekankan pentingnya sinergi dan keterpaduan dalam melaksanakan tiga strategi utama untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Strategi tersebut meliputi pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, menekankan bahwa pertemuan ini merupakan rapat kedua dalam upaya bersama untuk memajukan perekonomian dan menekan inflasi di Sumsel. Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa BPS telah melakukan penghitungan kemiskinan secara periodik dengan pendekatan ekonomi dan multidimensi, guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kemiskinan di Sumsel.[AYK]

Angka Kemiskinan Na Pj Gubernur Sumsel Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSD Manggala Primary School Angkat Bicara Terkait Kasus Perundungan
Next Article Pj Gubernur Sumsel Inisiasi Branding Kopi Ranau untuk Dikenal Secara Internasional
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,890 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,763 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,737 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?