RELUNG.ID – Polres Lubuklinggau terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan seorang kontraktor yang bernama Hamsi.
Hal ini dilakukan untuk memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi kriminal sadis tersebut.
Demikian diungkapkan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Bobby Kusumawardhana, Selasa (29/10).
Dia mengatakan, hingga saat ini timnya dari Satreskrim terus di lapangan dan masih melakukan proses penyelidikan terkait untuk mengetahui keberadaan dari pada para pelaku tersebut.
Dalam kasus ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Polda Sumsel yaitu Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk memback up kasus tersebut.
“Kita juga di back up untuk mencari keberadaan daripada pelaku pembunuhan ini,” katanya.
Dia pun meminta doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini bisa segera dan cepat terungkap. Sebab kasus ini oleh pihaknya tentu masih menjadi hutang dan harus segera diungkap.
“Ini kejadian menonjol, ya wajib hukumnya. Kita pasti harus ungkap, pelaku di proses sampai dengan proses persidangan,” tegasnya.
Sejauh ini anggota sudah melakukan upaya untuk mencari informasi keberadaan pelaku. Bahkan pencarian telah dilakukan sampai keluar dari wilayah hukum Polres Lubuklinggau.
“Mencari informasi ke daerah Jambi yang kami dengar informasi kesana, kemudian ke wilayah Pekan Baru juga sudah kita turunkan tim kesana, namun kita masih belum membuahkan hasil,” ungkapnya
“Tapi kita tidak sampai disitu, kita terus mencari informasi-informasi lain dari saksi-saksi ataupun nanti dari masyarakat yang kiranya bisa memberikan informasi itu akan terus kita dalami,” terangnya.
Kepada keluarga, Kapolres meminta doa dan ikut berduka serta prihatin atas kejadian tersebut. “Kami mohon doa agar kami cepat mengungkap daripada dalang dari pelaku kejadian tersebut. Sampai kapanpun itu akan menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” terangnya.
Untuk diketahui, kronologi tewasnya korban Hamsi pada Minggu, 24 Agustus 2024 lalu sekitar pukul 17.30 WIB. Dimana saat itu korban keluar bersama anak laki-lakinya yang masih berumur 4 tahun dengan naik motor matic.
Lalu pada saat pulang ke rumah, korban sudah dalam keadaan terluka dan sempat meminta tolong kepada tetangga sebelahnya yaitu Pak Antoni dengan berkata “kak minta tolong”.
Setelah itu korban langsung terjatuh dengan bersimbah darah. Korban tewas setelah alami luka tusuk pada bagian punggung belakang diduga akibat senjata tajam (Sajam). (ANS)

