RELUNG.ID – Peredaran narkoba yang semakin merajalela di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI.
Guna memberantas jaringan narkoba di daerah tersebut, DPRD PALI bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI akan membentuk satuan tugas (satgas) bersama untuk menghadapi ancaman narkoba di wilayah tersebut.
Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah menjelaskan, komitmen pihaknya dalam mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba di PALI.
“Satgas bersama yang dibentuk ini memiliki tujuan utama untuk menghentikan peredaran narkoba di PALI, baik itu yang melibatkan bandar besar maupun pengguna dari berbagai kalangan,” ujar Firdaus saat di Palembang, Jumat (1/11).
Politisi dari Partai Demokrat ini mengatakan pemberantasan narkoba ini tidak hanya berfokus pada jaringan pengedar tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi pengguna. Menurutnya, ancaman narkoba tak mengenal usia maupun latar belakang.
“Narkoba merusak siapa pun yang mengonsumsinya. Kita sudah melihat banyak contoh nyata bagaimana seseorang yang terjerat narkoba bisa mengalami kerusakan mental, fisik, dan kehilangan masa depan. Ini harus kita hentikan,” tegas Firdaus.
Nantinya, lanjut Firdaus, DPRD PALI akan berkolaborasi dengan aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurutnya, hanya dengan sinergi kuat dari berbagai pihak, baik eksekutif maupun legislatif, peredaran narkoba bisa ditekan secara efektif.
“Kami mendukung penuh langkah aparat kepolisian dan BNN untuk menangkap bandar dan pengguna narkoba. Kolaborasi ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba,” jelas Firdaus.
Firdaus juga menambahkan dalam operasi pemberantasan narkoba ini, edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat juga sangat diperlukan. Ia menginginkan adanya program sosialisasi yang lebih menyeluruh agar masyarakat lebih memahami risiko narkoba dan dampak buruknya.
“Selain penangkapan dan pengawasan, kami juga ingin masyarakat tahu bahwa pencegahan dimulai dari diri sendiri. Jangan sampai mereka terjerumus hanya karena ketidaktahuan,” tambahnya. (dudi)

