RELUNG.ID – Debat pertama pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) diwarnai kericuhan antar pendukung di area parkir Hotel Novotel Palembang, Selasa (29/10).
Kericuhan ini menjadi perhatian serius Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), dengan polisi terpaksa memberikan tembakan peringatan ke udara untuk meredakan situasi.
Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya, meminta agar setiap paslon lebih proaktif dalam menjaga kondusivitas dan keamanan selama tahapan pemilihan, terutama di acara debat.
“Kami mengimbau masing-masing paslon untuk menjaga perilaku pendukung agar debat berjalan tertib. KPU akan mempertimbangkan pengaturan pola pengamanan dan opsi debat secara online untuk meminimalkan potensi konflik,” ujarnya, Jumat (1/11).
Di sisi lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, Kurniawan, menyarankan agar debat publik calon kepala daerah digelar di wilayah masing-masing, bukan di kota lain, demi keamanan dan aksesibilitas bagi pemilih.
“Jika debat dilakukan di daerah masing-masing, masyarakat bisa lebih mudah memantau langsung visi dan misi paslon tanpa bergantung pada media digital atau televisi,” kata Kurniawan.
Kurniawan juga meminta KPU dan pihak keamanan setempat untuk memastikan situasi tetap aman jika debat tetap diadakan secara tatap muka.
“Tata tertib harus dijaga, dan koordinasi dengan keamanan lokal sangat penting agar suasana tetap kondusif,” tambahnya.
Bawaslu juga mengingatkan para paslon untuk menertibkan pendukung masing-masing selama proses kampanye berlangsung. Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat di daerah dalam pemilihan ini sangat penting karena mereka perlu memahami visi, misi, dan program dari calon pemimpin mereka. (dudi)

