RELUNG.ID – Distribusi air bersih di Kota Palembang masih mengalami sejumlah kendala. Akibatnya, distribusi air bersih ini pun belum optimal.
Hal ini diakui oleh Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya.
“Saat ini baru 86 persen wilayah Palembang yang sudah terlayani air bersih,” katanya Selasa kemarin (4/12).
Wilayah yang belum terlayani ini yaitu wilayah di pinggiran (border) Palembang, seperti Kenten Laut, Talang Keramat, Merah Mata, Tegal Binangun dan beberapa daerah pinggiran lainnya.
Menurutnya, meskipun sudah dialiri air bersih, namun kualitasnya masih kurang baik serta jam pengalirannya pun terbatas.
“Rencananya kami akan duduk bersama dengan kabupaten yang bersebelahan dengan Palembang melalui mediasi provinsi. Ini untuk membuat perencanaan agar daerah pinggiran ini dapat terlayani,” ujarnya.
Dia pun menargetkan di tahun 2027 mendatang seluruh wilayah di Kota Palembang ini sudah dapat dialiri air bersih 100 persen.
Mengingat, saat ini sudah ada dua operator air bersih yaitu Tirta Musi dan TSM yang dulu adalah ATS yang diambil alih oleh Provinsi Sumsel.
Meski demikian, memang harga air ATS ini lebih mahal dibandingkan air bersih dari PDAM yang hanya Rp4.500 per kubik.
“Untuk penyesuaian tarifnya itu kami masih kesulitan, karena merupakan kebijakan Wali Kota Palembang. Dan minimal 5 tahun sekali baru dapat melakukan penyesuaian tarif ini,” pungkasnya. (DSK)

