RELUNG.ID- Video seorang pemilik ruko di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencoret mobil warga yang parkir di depan rukonya viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan ruko Jalan Kavling Baru Nato, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 5 detik yang beredar, terlihat sejumlah tulisan dibuat pada kaca mobil Mitsubishi Xpander berwarna hitam yang terparkir di depan sebuah ruko.
Tulisan tersebut diduga dibuat pemilik ruko karena tidak terima akses di depan tempat tinggalnya digunakan untuk parkir.
Salah satu tulisan yang terlihat pada kaca samping bagian depan mobil berbunyi, “Jangan parkir di sini.”
Tulisan lain juga tampak pada kaca penumpang sebelah kiri dengan kalimat, “Beli mobil mampu beli lahan parkir.”
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut milik warga yang sedang menghadiri sebuah acara di kawasan Kavling Baru.
Karena kondisi gang di kawasan tersebut tidak memadai untuk menampung kendaraan, mobil kemudian diparkir di pinggir jalan tepat di depan ruko.
Pemilik ruko yang baru pulang bekerja kemudian mendapati mobil tersebut terparkir di depan rukonya.
Kondisi tersebut diduga memicu kemarahan pemilik ruko hingga akhirnya sejumlah tulisan dibuat pada kaca mobil.
Seorang warga sekitar bernama Wati mengatakan, ruko tersebut sebelumnya digunakan orangtua pemilik untuk berjualan. Namun, belakangan bangunan tersebut lebih banyak digunakan sebagai tempat tinggal.
“Dulu ada orangtuanya yang jualan di sana, kalau sekarang hanya tempat tinggal,” kata Wati.
Menurut Wati, keributan bermula ketika pemilik ruko pulang bekerja dan mendapati mobil terparkir di depan ruko.
Pemilik ruko disebut hendak memasukkan sepeda motor ke dalam ruko, tetapi akses tersebut terhalang kendaraan yang sedang parkir.
“Yang tinggal di sana kan masih gadis. Jadi pas dia pulang kerja, ada mobil parkir, kakak itu marah-marah,” ujarnya.
Sekitar pukul 17.00 WIB, pemilik mobil datang ke lokasi. Keduanya kemudian terlibat keributan.
Polisi sempat mendatangi lokasi untuk meredakan situasi. Menurut Wati, kedua pihak kemudian didamaikan.
“Kemarin itu ada polisi datang, lalu didamaikan,” katanya.
Saat dikonfirmasi di lokasi pada Minggu (20/9/2026), ruko tersebut tampak tertutup. Pintu ruko tidak menunjukkan adanya aktivitas penghuni, meski lampu bagian depan masih terlihat menyala.
Wati mengaku tidak mengetahui secara pasti perkembangan persoalan antara kedua pihak setelah kejadian tersebut.[YKP]

