RELUNG.ID – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, SIK, MH menghadiri rapat koordinasi (rakor) swasembada pangan bersama kepala daerah se-Sumatera Selatan di pendopoan Griya Agung Palembang, Senin (13/1/2025). Dalam kesempatan itu, Polda Sumsel memaparkan langkah strategisnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan kosong.
Kapolda Sumsel menyebutkan, sebanyak 940,4 hektare lahan yang tersebar di 17 polres kabupaten dan kota di wilayah Sumsel akan dimanfaatkan sebagai lahan pekarangan gizi. “Hingga saat ini, 940,4 hektare lahan di halaman depan, samping, dan belakang kantor polres sudah dimanfaatkan untuk ditanami berbagai sumber pangan,” ujar Irjen Pol Andi Rian.
Selain itu, Polda Sumsel memiliki dua program prioritas dalam mendukung ketahanan pangan. Pertama, pemanfaatan lahan kantor di lingkungan polres untuk tanaman pekarangan bergizi. Kedua, pengelolaan lahan produktif khusus untuk tanaman jagung. Kapolda menjelaskan, lahan produktif ini ditanami dengan sistem tumpangsari, sementara untuk lahan tidur yang sudah terdata oleh Kementerian Pertanian seluas 156.403 hektare, pihaknya telah melakukan verifikasi.
“Kami telah memverifikasi 115.114 hektare lahan dan mengonfirmasi bahwa 111.117 hektare di antaranya siap untuk diolah. Langkah ini kami lakukan bersama mitra yang memiliki lahan tersebut,” jelas Irjen Pol Andi Rian, yang juga alumni Akpol 1991.
Dalam waktu dekat, Polda Sumsel akan ikut serta dalam peluncuran program penanaman jagung satu juta hektare. Rencananya, pada 15 Januari 2025 mendatang, akan dilakukan penanaman perdana seluas 989 hektare sebagai bagian dari target besar ini.
“Kami ingin memastikan bahwa lahan kosong yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung swasembada pangan. Langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Program ini mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang turut hadir dalam rakor tersebut. Menurutnya, inisiatif yang dilakukan Polda Sumsel merupakan contoh konkret kolaborasi antarinstansi dalam mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia. (zik)

