RELUNG.ID – Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel), Elis Nurhayati, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyerap seluruh gabah hasil panen petani, termasuk gabah yang tidak terserap pasar. Bulog telah menyiapkan anggaran dari kantor pusat untuk memenuhi kebutuhan ini.
“Pendanaannya sudah disediakan dari kantor pusat, tugas kami hanya melaksanakan penyerapan,” ujar Elis, Rabu (15/1/2025).
Elis menjelaskan, target serapan gabah di Sumsel saat ini masih menunggu arahan pusat. Namun, pihaknya berkomitmen untuk menyesuaikan serapan dengan hasil panen petani. Tahun lalu, Bulog Sumsel Babel berhasil melampaui target serapan hingga lebih dari 100%.
“Pada tahun 2024, total target pengadaan beras dan gabah sebesar 43.184 ton, dengan realisasi mencapai 80.026 ton atau 185,3%. Tahun ini kami optimis bisa memenuhi target pengadaan,” ungkapnya.
Bulog menargetkan peningkatan pengadaan beras untuk Public Service Obligation (PSO) hingga tiga kali lipat, yakni mencapai 100 ribu ton pada 2025. Sebagai perbandingan, target PSO pada 2024 sebesar 30 ribu ton berhasil direalisasikan sebanyak 31.440 ton atau 104,8%.
Keberhasilan target tahun ini diyakini dapat tercapai setelah pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras per 15 Januari 2025 melalui Keputusan Bapanas 2/2025.
Bulog memastikan akan menyerap lebih banyak gabah dan beras dengan tetap memperhatikan kualitas sesuai HPP. Elis menambahkan bahwa dengan HPP yang jelas, petani diharapkan mendapatkan kepastian harga, sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami optimis target pengadaan beras dan gabah tahun ini dapat tercapai,” pungkasnya.
Berikut rincian HPP yang ditetapkan:
1. HPP Gabah Kering Panen (GKP):
– Tingkat petani: Rp 6.500 (kadar air maksimal 25%, kadar hampa maksimal 10%)
– Tingkat penggilingan: Rp 6.700 (kualitas sama)
2. HPP Gabah Kering Giling (GKG):
– Tingkat penggilingan: Rp 8.000 (kadar air maksimal 14%, kadar hampa maksimal 3%)
– Gudang Bulog: Rp 8.200 (kualitas sama)
3. HPP Beras di Gudang Bulog:
– Rp 12 ribu (derajat sosoh 100%, kadar air maksimal 14%, butir patah maksimal 25%, butir menir maksimal 2%).

