RELUNG.ID – Sebuah penemuan mengejutkan datang dari Taman Nasional Dinosaurus Lufeng di Provinsi Yunnan, China selatan. Tengkorak dinosaurus yang terawetkan dengan sangat baik ditemukan di area tersebut. Fosil itu berasal dari spesies baru yang diberi nama Lishulong wangi, yang diduga merupakan kerabat dekat dinosaurus sauropoda.
Penemuan ini pertama kali dilakukan pada tahun 2007, namun penelitian mendalam baru dipublikasikan pada 12 Desember 2024 di jurnal PeerJ. Tengkorak dinosaurus tersebut, bersama dengan sembilan ruas tulang leher, diperkirakan berusia antara 201 juta hingga 199 juta tahun, berasal dari Zaman Hettangian Jurassic Awal.
Menurut penelitian yang dipimpin oleh Qian-Nan Zhang dari Chinese Academy of Science, L. wangi termasuk dalam kelompok sauropodomorpha, yang mencakup sauropoda seperti Brontosaurus dan Diplodocus. Namun, dinosaurus ini merupakan sauropodomorph non-sauropoda terbesar yang ditemukan di Formasi Lufeng.
“Tanah liat, pasir, dan lanau yang diendapkan oleh danau serta sungai di wilayah ini membantu mengawetkan sisa-sisa hewan dari erosi. Mineral dalam sedimen juga berperan dalam fosilisasi struktur tulang,” ungkap Zhang.
Penelitian menunjukkan bahwa dinosaurus ini kemungkinan adalah herbivora, dengan makanan utamanya berupa tanaman primitif seperti gymnospermae, pakis, sikas, ginkgo, dan konifer.
Tengkorak L. wangi memiliki ukuran besar, menunjukkan bahwa hewan ini mati saat telah dewasa. Meski hanya tengkorak dan tulang lehernya yang ditemukan, ukuran lubang hidung yang besar menjadi salah satu ciri khas yang membedakan spesies ini dari kerabat terdekatnya, Yunnanosaurus.
Kerabat Yunnanosaurus diperkirakan berjalan menggunakan dua atau empat kaki, sehingga kemungkinan L. wangi juga memiliki kemampuan serupa. Namun, karena tidak ditemukan tulang bahu, panggul, dan tungkai, sulit untuk memastikan bagaimana hewan ini bergerak.
Formasi Lufeng telah lama menjadi lokasi kaya akan fosil sauropodomorpha awal. Tujuh genus dinosaurus lain juga ditemukan di wilayah ini, namun L. wangi memberikan pandangan baru tentang evolusi sauropodomorpha.
Meski banyak informasi telah diperoleh, penyebab kematian L. wangi masih menjadi misteri karena fosil yang ditemukan terbatas pada tengkorak dan tulang leher.
Penemuan ini menjadi langkah penting dalam memahami sejarah kehidupan dinosaurus di masa Jurassic Awal dan memperkaya pengetahuan tentang evolusi dinosaurus di Asia. [TRA]

