Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Ditemukan: Spesies Baru Laba-Laba Jaring Corong Sydney yang Lebih Besar dan Berbisa
Indeks

Ditemukan: Spesies Baru Laba-Laba Jaring Corong Sydney yang Lebih Besar dan Berbisa

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda19/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sumber: Australian Museum, University of Melbourne
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Sekelompok peneliti di Australia telah mengidentifikasi spesies baru laba-laba jaring corong Sydney yang lebih besar, lebih berbisa, dan masuk ke dalam daftar araknida paling mematikan di dunia. Spesies ini diberi nama Atrax christenseni untuk menghormati Kane Christensen, seorang ahli laba-laba dan mantan kepala bagian laba-laba di Taman Reptil Australia.

Penemuan spesies baru ini pertama kali dilakukan oleh Christensen di dekat Newcastle, sekitar 170 km dari Sydney, pada awal 2000-an. Setelah lebih dari dua dekade penelitian, para ilmuwan dari Museum Australia, Universitas Flinders, dan Institut Leibniz Jerman menerbitkan hasil risetnya di jurnal *BMC Ecology and Evolution.

Atrax christenseni, yang juga dijuluki “Big Boy” (Bocah Besar), memiliki panjang hingga 9 sentimeter—hampir dua kali lipat ukuran laba-laba jaring corong Sydney biasa yang rata-rata hanya mencapai 5 sentimeter. Dengan tubuh hitam pekat dan sifat nokturnal, laba-laba ini aktif di malam hari dan dapat ditemukan dalam radius 150 kilometer dari Sydney.

Menurut Christensen, spesies ini memiliki kelenjar bisa lebih besar dan taring lebih panjang, yang membuatnya jauh lebih berbahaya. “Mereka mengeluarkan banyak racun, jadi menyentuhnya adalah hal yang sangat tidak disarankan,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Pejantan A. christenseni memiliki racun yang lebih kuat dibandingkan betina dan dapat menyebabkan kematian pada manusia. Namun, sejak pengembangan antivenom pada 1980-an, tidak ada laporan korban jiwa akibat gigitan laba-laba jaring corong. Peneliti memastikan bahwa antivenom yang sama juga efektif untuk menangani gigitan spesies baru ini.

Laba-laba ini sering ditemukan di area permukiman, seperti garasi, kamar tidur, atau sudut rumah lainnya. Mereka aktif sepanjang November hingga April, masa ketika cuaca lebih hangat.

“Kadang-kadang mereka masuk ke dalam rumah saat berkeliaran pada malam hari,” tambah Christensen.

Meski tergolong mematikan, atraksinya dalam dunia penelitian membuat A. christenseni menjadi salah satu spesies penting untuk dipelajari lebih lanjut. Para ahli mengimbau masyarakat untuk tidak panik jika menemukannya di lingkungan sekitar, tetapi juga disarankan untuk menjaga jarak dan tidak menyentuhnya.

Penemuan ini menambah daftar keanekaragaman hayati Australia, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya penelitian dalam memahami spesies baru yang berpotensi membahayakan manusia. [TRA]

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleProgram Makanan Bergizi Gratis di Empat Lawang Ditarget Mulai Februari
Next Article Sriwijaya FC Tertinggal 0-2 dari PSMS Medan di Babak Pertama Playoff Liga 2
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,989 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,860 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,833 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?