RELUNG.ID – Sektor pariwisata di Sumsel khususnya di Kota Palembang dinilai memprihatinkan. Hal ini dikarenakan banyaknya pungutan liar (pungli) yang disengaja.
Hal ini membuat ketidaknyamanan bagi wisatawan hingga menyebabkan sektor pariwisata dan budaya turun.
Demikian diungkapkan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, RM Fauwaz Diradja, Senin kemarin (4/2).
“Ini cukup memprihatinkan, karena banyaknya pungli yang disengaja, dan tidak terasa oleh masyarakat,” katanya.
Karena itu, dia pun menginginkan agar pungli ini dihapuskan dan semua pihak turut mendukung penghapusan pungli yang ada di Kota Palembang.
“Dengan penghapusan ini maka sektor pariwisata di Palembang dapat berkembang,” ujarnya.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum dan HAM Pemkot Palembang, Edison mengaku akan mendukung upaya pemberantas pungli.
“Dengan semangat gotong royong dan keseriusan, kami yakin segala pungli secara efektif dapat diatasi. Jadi mari kita berkerja dengan integritas dan transparansi dan penuh tanggungjawab,” singkatnya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Irjen Pol Andry Wibowo menekankan pentingnya kepala daerah menghapus pungli didaerahnya.
Dia melihat Palembang hanya sekadar bersaing dengna kota lainnya, padahal harusnya bersaing juga dengan bangsa-bangsa maju.
“Persaingan kita disitu bukan sekadar misalnya olahraga tapi birokrasi kita tertantang untuk mampu bersaing dengan birokrat-birokrat yang hebat di dunia,” katanya.
Persaingan ini tentunya harus didukung masyarakat, Selain itu, kepala daerah yang baru akan dilantik ini juga harus secara kolektif memberantas pungli.
“Saya kira kita punya harapan bagus menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (DSK)

