Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»PSN Nikel di Maluku Utara Picu Krisis Lingkungan dan Sosial
Regional

PSN Nikel di Maluku Utara Picu Krisis Lingkungan dan Sosial

RiyadiBy Riyadi07/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Salah satu tambang nikel. (Hanodut)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi dampak pemanasan global justru memicu kerusakan lingkungan, perampasan ruang hidup masyarakat, serta memperlebar ketimpangan sosial.

Kondisi ini menjadi sorotan dalam diskusi dan pemutaran film “Kutukan Nikel” yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama AJI Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Maluku Utara, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Tempo Witness di Ternate, Sabtu (1/2/2025).

Mahmud Ici, jurnalis senior yang kerap meliput isu PSN di Maluku Utara, menyebut PSN sebagai bentuk “penjajahan modern” terhadap masyarakat lokal, terutama di wilayah industri nikel seperti Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Baca juga :   Bongkar Aksi Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar, Uang Ditampung di Aset Kripto

“Tanah masyarakat tiba-tiba hilang tanpa sepengetahuan mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana PSN menjadi bukti nyata penjajahan terhadap rakyat oleh bangsanya sendiri,” ungkap Mahmud.

Menurut Mahmud, aktivitas pertambangan yang masif dan operasional pabrik seperti PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Weda serta Harita Nickel di Pulau Obi telah menyebabkan kerusakan multidimensi.

Tidak hanya lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial budaya, ketimpangan ekonomi, dan kesehatan masyarakat lingkar tambang terdampak secara signifikan.

Baca juga :   Kemarau 2025 Lebih Kering, Waspada Risiko Karhutla Meningkat

Direktur Walhi Maluku Utara, Faizal Ratuela, menegaskan bahwa wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di lokasi PSN menghadapi ancaman “kiamat ekologis.” Faizal mendesak negara melakukan evaluasi menyeluruh dan memberlakukan moratorium perizinan pertambangan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut.

“Jika tidak dilakukan moratorium, bencana ekologi akan terjadi secara besar-besaran karena beban daya tampung wilayah sudah tidak mendukung,” tegas Faizal.

Sementara, Prof. M. Aris, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, menilai perencanaan PSN di Maluku Utara sebagai kegagalan besar.

Baca juga :   Ditilang karena Tak Pakai Helm, Pengendara di Palembang Ngamuk dan Pecahkan Kaca Pos Lantas

Ia menyoroti dampak buruk terhadap ekosistem laut di wilayah yang selama ini menjadi lumbung ikan nasional.

“Hasil riset menunjukkan degradasi pesisir di Weda sudah sangat masif. Ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang di kawasan tersebut telah mengalami kepunahan,” ungkapnya.

Sedangkan Sekretaris Bappeda Maluku Utara, Herifal Naly Thomas, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan desa mandiri di sekitar PSN. Program ini akan dijalankan selama enam bulan dengan anggaran Rp 1 miliar per desa.

Baca juga :   Sumsel Bidik Pasar Wisata Kesehatan, RSUD Siti Fatimah Siapkan Tiga Layanan Unggulan

“Kami tetap mendukung PSN, tetapi juga fokus pada kesejahteraan masyarakat melalui program-program desa mandiri,” ujar Herifal.

Sementara itu, anggota DPRD Maluku Utara, Muksin Amrin, mengakui adanya dampak buruk lingkungan akibat PSN. Namun, ia juga menyoroti kontribusi PSN terhadap anggaran daerah, termasuk dana transfer ke daerah sebesar Rp 2,4 triliun.[YKP]

AJI Indonesia Aji Ternate Krisis Lingkungan Maluku Utra PSN Nikel Sosial
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRusunawa Lubuklinggau Baru Dihuni Tiga Unit
Next Article Polres OKU Timur Lumpuhkan Residivis Curas di OKI
Riyadi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202615 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,975 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,846 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,818 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?