Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»60 Persen Remaja Seks Pra Nikah, Disdik Sumsel Berikan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Regional

60 Persen Remaja Seks Pra Nikah, Disdik Sumsel Berikan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda08/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkap data mengejutkan terkait perilaku remaja di Indonesia. Sekitar 60 persen remaja di Tanah Air tercatat telah melakukan hubungan seksual pra nikah.

Tingginya angka ini dikaitkan dengan pengaruh pergaulan bebas, minimnya pengawasan orang tua, serta kurangnya edukasi seksual yang tepat.

Berdasarkan data BKKBN, remaja berusia 16-17 tahun mendominasi angka tersebut, yakni mencapai 60 persen. Sementara itu, remaja usia 14-15 tahun menyumbang 20 persen, disusul kelompok usia 19-20 tahun dengan persentase yang sama.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Awaluddin, mengaku prihatin atas data tersebut, terlebih jika mayoritas pelaku seks pra nikah tersebut masih berstatus sebagai pelajar.

“Bila data ini benar bahwa remaja 16-17 tahun yang dimaksud berstatus pelajar, tentu Dinas Pendidikan Sumsel sangat prihatin dengan kondisi ini,” ujar Awaluddin kepada

Awaluddin menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai langkah preventif untuk mencegah pergaulan bebas di kalangan pelajar. Salah satunya adalah dengan memberikan edukasi tentang nilai kasih sayang yang sehat dan positif.

“Satuan pendidikan terus menyampaikan informasi kepada siswa, menanamkan nilai-nilai tentang bagaimana seharusnya memaknai kasih sayang. Harapannya, mereka tidak salah dalam memahami konsep tersebut hingga terjerumus dalam pergaulan bebas,” jelasnya.

Selain itu, pendidikan tentang kesehatan reproduksi juga telah menjadi bagian dari kurikulum. Materi ini disisipkan dalam mata pelajaran seperti biologi, khususnya pada topik mengenai sistem reproduksi manusia. Tidak hanya di kelas, edukasi serupa juga diberikan melalui berbagai kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

“Materi ini sudah disampaikan kepada siswa, terutama melalui pelajaran biologi tentang reproduksi pada makhluk hidup, termasuk manusia,” tambah Awaluddin.

Disdik Sumsel juga secara aktif mengedukasi siswa tentang dampak negatif dari seks bebas, mulai dari risiko kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), hingga dampak psikologis yang dapat mengganggu perkembangan mental remaja.

“Tentang larangan melakukan hubungan seks sebelum menikah pasti sudah disampaikan. Kami berharap para siswa bisa memahami risiko dan konsekuensi dari perilaku tersebut,” tegas Awaluddin.

Meski upaya pencegahan di lingkungan sekolah terus dilakukan, Awaluddin menekankan bahwa peran orang tua dan lingkungan keluarga juga sangat krusial. Orang tua diharapkan mampu menjadi sumber edukasi utama bagi anak-anak mereka, dengan menciptakan komunikasi yang terbuka dan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai moral serta etika.

“Pendidikan karakter dimulai dari rumah. Sekolah memang punya peran, tetapi keluarga adalah fondasi utama,”tutupnya.[THQ]

 

 

Disdik Remaja Sek Bebas Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerampokan Sadis di Musi Banyuasin, Empat Perampok Pura-pura Jadi Pembeli
Next Article Guru Ponpes di Ogan Ilir Diduga Cabuli Santri
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,994 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,866 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,838 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?