RELUNG.ID- Eropa semakin waspada terhadap aplikasi kecerdasan buatan perusahaan rintisan China, DeepSeek, yang belakangan ini semakin populer.
Dewan Perlindungan Data Eropa (EDPB) mengungkapkan bahwa DeepSeek kemungkinan akan menghadapi tindakan hukum lebih lanjut di masa depan terkait pengumpulan dan penggunaan data pengguna.
Beberapa negara Eropa, termasuk Italia, Prancis, Belanda, Belgia, dan Luksemburg, kini sedang melakukan penyelidikan terkait cara DeepSeek mengumpulkan dan memanfaatkan data pribadi penggunanya.
“Beberapa otoritas perlindungan data (DPA) telah memulai tindakan terhadap DeepSeek, dan mungkin akan ada tindakan lebih lanjut di masa mendatang,” ujar juru bicara EDPB setelah pertemuan, seperti dikutip dari Reuters pada Rabu, 12 Februari 2025.
Italia menjadi negara pertama yang memblokir DeepSeek di Eropa, dengan alasan aplikasi ini tidak memberikan informasi yang jelas terkait penggunaan data pribadi penggunanya, serta diduga melanggar aturan privasi Uni Eropa.
Kekhawatiran serupa juga muncul di beberapa negara lainnya, termasuk Amerika Serikat dan Taiwan, yang melarang penggunaan aplikasi tersebut di sektor pemerintahan karena masalah keamanan.
Ahli keamanan siber mengkhawatirkan bahwa DeepSeek mungkin mengirimkan data pengguna ke pemerintah China, terutama setelah adanya dugaan kerja sama dengan China Mobile, perusahaan milik negara China. Hal ini memicu kecemasan mengenai potensi pengawasan terhadap pengguna tanpa sepengetahuan mereka, yang dapat mengancam keamanan dan privasi data pribadi.[YKP]

