RELUNG.ID – Menderita Aspermia kondisi pria tidak memiliki sperma saat ejakulasi. Hal itu bisa menyebabkan pengaruh kepada tubuh dan kesuburan.
Baca Juga: Ini 6 Penanganan Vaginismus, Ganggu Hubungan Intim
Dilansir dari halodoc, apabila pria menderita Aspermia akan ada dampak yang akan terjadi kepadanya. Simak ini ada 5 dampaknya :
1. Kesulitan dalam melakukan reproduksi berbantuan
Pria dengan aspermia masih bisa hamil menggunakan metode reproduksi berbantuan seperti inseminasi buatan (IUI) atau fertilisasi in vitro (IVF).
Namun, prosedur ini bisa lebih rumit dan membutuhkan teknik khusus tergantung penyebab aspermia. Semua faktor ini harus dipertimbangkan ketika mempertimbangkan metode reproduksi berbantuan.
2. Dampak pada kesuburan
Kondisi ini merupakan penghambat utama kesuburan pria. Karena tidak ada sperma yang keluar saat ejakulasi, kemungkinan terjadinya kehamilan alami sangat rendah atau bahkan tidak mungkin terjadi. Hal ini bisa menjadi pemicu terjadinya stres dan kecemasan bagi pria yang berencana memiliki anak.
Selain itu, kamu juga bisa membaca artikel mengenai Catat, Begini Cara Membedakan Sperma Subur dengan Tidak Sehat.
Baca Juga: 5 Manfaat Jahe untuk Wanita, Bisa Atasi Menstruasi
3. Gangguan dalam kehidupan seksual
Aspermia dapat mengganggu kehidupan seks pasangan secara keseluruhan. Pria dengan aspermia mungkin mengalami kesulitan mempertahankan ereksi atau mencapai orgasme. Ini dapat mempengaruhi kepuasan seksual dan hubungan secara keseluruhan.
4. Gangguan pada saluran reproduksi
Aspermia juga bisa terjadi karena adanya gangguan pada saluran reproduksi pria. Penyumbatan atau kerusakan pada saluran yang membawa sperma dari testis ke uretra dapat mencegah sperma keluar saat ejakulasi. Faktor yang dapat menyebabkan penyakit ini antara lain infeksi, trauma, atau kelainan bawaan.
5. Dampak psikologis pada pria yang mengalami aspermia
Aspermia juga dapat memiliki efek psikologis yang signifikan pada pria. Kehilangan kemampuan memproduksi sperma dan susahnya mendapatkan kehamilan dapat menyebabkan frustasi, rendah diri, dan stres psikologis. Itu dapat memengaruhi kehidupan seks, hubungan pribadi, dan kesehatan mental secara keseluruhan.
Meskipun kondisi ini bisa menjadi tantangan yang signifikan, penting bagi pria untuk mencari dukungan medis dan psikologis. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan pendiagnosaan secara tepat, serta memberikan pilihan pengobatan yang sesuai.
Dalam beberapa kasus, prosedur reproduksi bantu seperti fertilisasi in vitro (IVF) dengan menggunakan donor sperma bisa menjadi solusi untuk pria dengan aspermia.
Semoga informasi ini, bermanfaat.

