RELUNG.ID – Kepala Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Arsin kini menjadi sorotan usai mencuatnya kasus pagar laut di Tangerang.
Pasalnya, Desa Kohod ini disebut memilki Hak Guna Bangunan (HGB) paling banyak pada pagar laut sepanjang 30 kilometer di Kabupaten Tangerang.
“Arsin ini orang asli ini, dan dulunya di bawah rata-rata kehidupannya,” kata seorang warga, Reza.
Dia menceritakan, dahulunya Arsin ini seorang pegawai bank harian atau bank keliling yang mulai digelutinya setelah lulus SD. Selain itu, Arsin juga merupakan kuli borongan di desa. Namun, saat ini dia telah menjadi kepala desa.
“Ini fakta adanya, mungkin faktor keberuntungan,” katanya dikutip dari Kompas.
Arsin pun kemudian mencoba masuk ke dunia pemerintahan dengan mencalonkan diri sebagai Kepala Desa (Kades) Kohod pada tahun 2019 lalu. Namun, upaya nya tersebut gagal. Meski demikian, dia diangkat menjadi Sekretaris Desa (Sekdes).
Pada tahun 2021, Arsin ini kembali mencalonkan diri dan berhasil terpilih hingga saat ini. Reza menyebutkan sejak menjabat sebagai Kades, kekayaan Arsin ini meningkat pesat. Terutama setelah terlibat dalam proyek pembangunan PIK 2.
“Sejak menjadi lurah dan ada proyek ini fasilitasnya terus bertambah,” terangnya.
Bahkan, Reza pun menyebut Arsin memiliki mobil Rubicon yang digunakannya saat bekerja sebagai Kades. “Dia sudah berada di lingkaran desa. Baru dia ada fasilitas,” ujar Reza.
Fasilitas ini pun mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf. Dia menduga bahwa harta bergelimang yang dimiliki Kades ini pertanda adanya permainan dalam pengembangan di desa tersebut.
“Anggota DPR saja belum tentu bisa membeli Rubicon,” singkatnya. (Vid)

