Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Lubang Ozon Antartika Berangsur Pulih, Ilmuwan Prediksi Sembuh Total pada 2035
Techno

Lubang Ozon Antartika Berangsur Pulih, Ilmuwan Prediksi Sembuh Total pada 2035

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda08/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Lubang ozon yang terbentuk di Antartika. Warna ungu dan biru menunjukkan di mana ozon paling sedikit, dan kuning dan merah menunjukkan di mana ada lebih banyak ozon. Foto: NASA
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Ada kabar menggembirakan dari langit Antartika. Lubang pada lapisan ozon yang selama puluhan tahun menjadi perhatian dunia akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang konsisten. Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkap bahwa proses penyembuhan ini semakin nyata dan terukur dengan tingkat keyakinan 95 persen.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal *Nature* ini menjadi yang pertama membuktikan pemulihan lubang ozon dengan tingkat kepastian yang sangat tinggi. Susan Solomon, ahli kimia atmosfer terkemuka dari MIT sekaligus penulis utama studi, menyatakan bahwa hasil ini merupakan pencapaian besar dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Ada banyak bukti kualitatif yang menunjukkan bahwa lubang ozon di Antartika semakin membaik. Namun, ini adalah studi pertama yang benar-benar mengukur keyakinan dalam pemulihan tersebut,” kata Solomon, dikutip dari Eurekalert.

Dengan keyakinan 95 persen, Solomon menyebut bahwa pemulihan ini menjadi bukti nyata bahwa manusia bisa mengatasi masalah lingkungan global jika bersatu dan bertindak bersama.

Lapisan ozon terletak di stratosfer pada ketinggian 15–30 kilometer di atas permukaan bumi. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bumi dari radiasi ultraviolet matahari yang berbahaya.

Namun, sejak 1970-an hingga 1980-an, lubang besar menganga di atas Antartika akibat penipisan ozon. Penyebab utamanya adalah chlorofluorocarbon (CFC), senyawa sintetis yang banyak digunakan dalam aerosol, pelarut, dan pendingin ruangan. CFC melepaskan atom klorin yang merusak molekul ozon, sehingga memperparah penipisan.

Langkah penting diambil pada tahun 1987 ketika 197 negara dan Uni Eropa menandatangani Protokol Montreal. Perjanjian ini mengatur penghentian produksi dan penggunaan zat perusak ozon seperti CFC. Kebijakan global ini menjadi titik balik dalam upaya penyelamatan lapisan ozon.

Data pengamatan selama 15 tahun menunjukkan hasil yang sangat positif. Para peneliti memperkirakan jika tren pemulihan ini terus berlanjut, lapisan ozon di atas Antartika bisa pulih sepenuhnya dalam waktu sekitar 10 tahun.

“Pada sekitar tahun 2035, kita mungkin akan melihat tahun di mana lubang ozon di Antartika benar-benar menghilang. Itu akan menjadi pencapaian luar biasa yang membuktikan bahwa kita bisa menyelesaikan masalah lingkungan global,” ujar Solomon dengan optimis.

Dengan harapan tersebut, pemulihan lapisan ozon menjadi simbol keberhasilan kerja sama internasional dalam menjaga kelestarian bumi. Langkah ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga komitmen dalam menghadapi tantangan lingkungan lainnya di masa depan.[THQ]

Antartika Lubang Ozon
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBuka Puasa Ala Korea, Yuk Coba Resep Patbingsu Es Podeng
Next Article Waspada Bencana Hidrometeorologi, BMKG Sumsel Prediksi Pasang Maksimum Sungai Musi Capai 3,6 Meter
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,880 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,752 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,727 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?