RELUNG.ID — Ada kabar menggembirakan dari langit Antartika. Lubang pada lapisan ozon yang selama puluhan tahun menjadi perhatian dunia akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang konsisten. Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkap bahwa proses penyembuhan ini semakin nyata dan terukur dengan tingkat keyakinan 95 persen.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal *Nature* ini menjadi yang pertama membuktikan pemulihan lubang ozon dengan tingkat kepastian yang sangat tinggi. Susan Solomon, ahli kimia atmosfer terkemuka dari MIT sekaligus penulis utama studi, menyatakan bahwa hasil ini merupakan pencapaian besar dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Ada banyak bukti kualitatif yang menunjukkan bahwa lubang ozon di Antartika semakin membaik. Namun, ini adalah studi pertama yang benar-benar mengukur keyakinan dalam pemulihan tersebut,” kata Solomon, dikutip dari Eurekalert.
Dengan keyakinan 95 persen, Solomon menyebut bahwa pemulihan ini menjadi bukti nyata bahwa manusia bisa mengatasi masalah lingkungan global jika bersatu dan bertindak bersama.
Lapisan ozon terletak di stratosfer pada ketinggian 15–30 kilometer di atas permukaan bumi. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bumi dari radiasi ultraviolet matahari yang berbahaya.
Namun, sejak 1970-an hingga 1980-an, lubang besar menganga di atas Antartika akibat penipisan ozon. Penyebab utamanya adalah chlorofluorocarbon (CFC), senyawa sintetis yang banyak digunakan dalam aerosol, pelarut, dan pendingin ruangan. CFC melepaskan atom klorin yang merusak molekul ozon, sehingga memperparah penipisan.
Langkah penting diambil pada tahun 1987 ketika 197 negara dan Uni Eropa menandatangani Protokol Montreal. Perjanjian ini mengatur penghentian produksi dan penggunaan zat perusak ozon seperti CFC. Kebijakan global ini menjadi titik balik dalam upaya penyelamatan lapisan ozon.
Data pengamatan selama 15 tahun menunjukkan hasil yang sangat positif. Para peneliti memperkirakan jika tren pemulihan ini terus berlanjut, lapisan ozon di atas Antartika bisa pulih sepenuhnya dalam waktu sekitar 10 tahun.
“Pada sekitar tahun 2035, kita mungkin akan melihat tahun di mana lubang ozon di Antartika benar-benar menghilang. Itu akan menjadi pencapaian luar biasa yang membuktikan bahwa kita bisa menyelesaikan masalah lingkungan global,” ujar Solomon dengan optimis.
Dengan harapan tersebut, pemulihan lapisan ozon menjadi simbol keberhasilan kerja sama internasional dalam menjaga kelestarian bumi. Langkah ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga komitmen dalam menghadapi tantangan lingkungan lainnya di masa depan.[THQ]

