RELUNG.ID – Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Tetapi juga sebagai cermin keimanan.
Karena itu, jadikan puasa untuk mendidik keimanan agar kedepan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Hal ini terungkap dalam Kultum Ramadan Relung Media oleh Ustad Marzuki, Senin sore (10/3),
Dia mengingatkan bahwa setiap detik kehidupan adalah anugerah dari Allah. Penghargaan terhadap nikmat hidup harus diwujudkan dengan konsistensi dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan Ramadan.
“Tidak ada kata lain yang lebih layak kita ucapkan selain Alhamdulillahi rabbil ‘alamin,” kata dosen Fakultas Syariah dan Hukum di UIN Raden Fatah Palembang.
Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga upaya mendidik keimanan. “Puasa itu mendidik keimanan, bukan hanya fisik,” ujar Ustad Marzuki.
Menurutnya, keberhasilan puasa diukur dari peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan, bukan dari segi fisik semata. Ustad Marzuki mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 sebagai landasan bahwa kewajiban puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman.
Ustad Marzuki juga mengingatkan pentingnya mengingat dan menghormati Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama. Dengan memperbanyak membaca selawat dan mengutarakan salam kepada Nabi, umat Islam diharapkan dapat memperkuat tali ukhuwah dan semangat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
“Kita semua tidak lepas dari kesalahan, maka hendaknya setiap saat memohon ampun kepada Allah dengan terus menyelami hikmah ibadah,” tambahnya.
Karena itu, setiap muslim harus mengoptimalkan ibadah selama Ramadan. Dengan berbagai ibadah sunah seperti tarawih, witir, dan tahajud, diharapkan output rohani yang diperoleh mampu menjadikan setiap individu semakin bertakwa.
“Bagi orang-orang yang bertakwa, Allah akan membukakan pintu surga sebagai ganjaran yang tidak ternilai,” tutupnya. (LWM)

