RELUNG.ID- Sosok Kent Lisandi tengah menjadi sorotan setelah kabar kematiannya beredar luas di media sosial. Pria yang dikenal publik karena mengalami penipuan bisnis handphone senilai Rp30 miliar itu dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 10 Maret 2025.
Kent Lisandi diduga mengalami serangan jantung yang disebabkan oleh stres berat setelah menjadi korban penipuan. Ia diketahui bolak-balik antara Jakarta dan Bandung untuk mengurus permasalahan hukum terkait kasus yang menimpanya.
Kent, pria berusia 35 tahun asal Bandung, memiliki bisnis handphone bersama rekan-rekannya. Ia menjadi korban penipuan yang melibatkan oknum pegawai Maybank Cilegon.
Dalam kasus ini, Kent diperkenalkan kepada seseorang berinisial RS oleh AS, yang saat itu menjabat sebagai kepala cabang Maybank Cilegon.
AS meminta Kent untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening RS di Maybank. Ia menjamin keamanan transaksi tersebut melalui surat resmi dengan kop Maybank. Namun, setelah uang dipindahkan, dana tersebut justru masuk ke rekening milik istri RS dan kemudian menghilang.
Akibat penipuan ini, Kent mengalami tekanan mental yang berat. Hilangnya uang hasil kerja keras bersama rekan-rekannya membuatnya stres, hingga diduga berdampak pada kesehatannya.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kasus penipuan ini masih terus berlanjut. Kedua tersangka, RS dan AS, telah ditahan oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Pihak kepolisian masih menelusuri lebih lanjut aliran dana sebesar Rp30 miliar tersebut.
Kabar kematian Kent Lisandi menambah keprihatinan atas kasus yang menimpanya. Banyak pihak berharap agar keadilan ditegakkan dan dana yang hilang dapat ditemukan serta dikembalikan kepada para korban.[YKP]

