RELUNG.ID – Arena judi sabung ayam yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya tiga polisi di Lampung ini ternyata kerap dibuka dua kali dalam seminggu.
Hal ini diketahui dari warga setempat yang mengetahui kegiatan tersebut sejak lima bulan terakhir.
Arena lokasi sabung ayam ini terletak di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
“Arena ini sempat ditutun tapi menjelang Ramadan dibuka kembali,” kata Ardi dikutip dari Tribun.
Dia mengaku, sebelum dijadikan arena sabung ayam, lokasi tersebut sepi. Namun, setelah dibuka arena perjudian, tempat tersebut banyak dikunjungi orang dari luar kampung, bahkan luar kota.
Bahkan, mobil mewah selalu berjejer setiap kali judi sabung ayam digelar di lokasi tersebut.
“Sangat ramai, ada 50-an orang dan berjejer mobil mewah setiap ada judi sabung ayam,” terangnya.
Sementara itu, Zeki warga setempat mengaku saat kejadian, dia mendengar suara letupan senjata api berkali-kali di arena tersebut.
Dia mengaku sempat kaget dan merasa tidak aman mengiingat suara letupan ini berjarak sekitar 500 meter.
“Kami tentunya di sini merasa tidak aman dan nyaman karena adanya tempat perjudian tersebut,” terangnya.
Untuk diketahui, sebanyak tiga polisi gugurr saat melakukan penggerebakan di arena judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Senin lalu (17/3).
Ketiga polisi tersebut yaitu Kapolsek Negara Batin Polres Way Kanan, Iptu Lusiyanto; Bripda M Ghalib Surya Ganta; dan Bripka Petrus Apriyanto.
Atas insiden tersebut, dua oknum TNI di tahan di Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) Mako Kodim 0427/Way Kanan.
Keduanya yaitu Dansubramil Negara Batin, Peltu Lubis dan anggota Subramil Negara Batin, Kopka Basarsyah. (vid)

