RELUNG.ID – Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Australia dengan skor 1-5 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memunculkan berbagai analisis, termasuk dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi performa Timnas adalah kualitas gizi para pemain lokal.
Dadan menilai asupan gizi yang kurang optimal berkontribusi terhadap daya tahan dan kualitas permainan pemain lokal di lapangan. Ia pun menyoroti pentingnya intervensi gizi untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia.
“Nah, kalau kita tidak intervensi, kita khawatir tenaga kerja produktif ini berkualitas rendah. Jadi, jangan heran kalau PSSI itu sulit menang karena main 90 menit itu berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus, dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” ujar Dadan dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Sabtu (22/3/2025).
Dadan menambahkan, PSSI sudah mulai melakukan perbaikan dengan kebijakan naturalisasi, yang dinilai berdampak positif terhadap peningkatan performa Timnas Indonesia.
“Sekarang PSSI sudah agak baik karena 17 pemainnya merupakan produk makan bergizi di negeri Belanda. Meskipun belum mampu mengalahkan Australia dan Jepang,” katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga turut menanggapi kekalahan Timnas Indonesia dari Australia. Ia mengakui hasil yang diraih masih belum memuaskan, tetapi tetap optimistis bahwa sepak bola nasional akan berkembang ke arah yang lebih baik.
“Mungkin kita masih prihatin tim nasional sepak bola kita belum berhasil, tapi kita yakin pasti akan lebih baik di saat-saat akan datang,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Prabowo juga menegaskan bahwa Timnas Indonesia tengah melakukan pembenahan, baik dari segi pemain maupun pelatih, untuk menghadapi pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia optimistis performa Timnas akan meningkat di laga-laga mendatang. (KPB)

