RELUNG.ID- Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam terkait isu jual beli jabatan.
Ia menegaskan tidak akan mentolerir praktik tersebut, apalagi jika dilakukan dengan mengatasnamakan dirinya maupun Wakil Wali Kota Bertha Edhar.
Pernyataan itu disampaikan Ludi di hadapan ratusan pegawai saat memimpin upacara peringatan Hari Bumi di halaman Kantor Wali Kota Pagar Alam, beberapa waktu lalu.
“Selama saya dan Ibu Bertha memimpin, jangan coba-coba melakukan jual beli jabatan. Kalau ketahuan, saya tidak akan segan-segan untuk mencopot jabatannya bahkan meminta aparat penegak hukum, baik polisi maupun jaksa, untuk memprosesnya,” tegas Ludi, Senin (21/4).
Pernyataan tegas ini muncul di tengah mencuatnya dugaan adanya oknum yang terlibat dalam praktik tidak sehat tersebut. Informasi yang beredar menyebutkan ada pihak-pihak yang telah mengumpulkan uang dalam jumlah besar untuk mendapatkan promosi jabatan di lingkungan Pemkot Pagar Alam.
Salah satu nama yang santer disebut dalam isu tersebut adalah Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Pagar Alam, Dahnial Nasution. Namun, Dahnial secara tegas membantah tudingan tersebut.
“Silakan tanya kepada pegawai yang mengenal saya, apakah saya pernah meminta atau menerima uang terkait jabatan, atau dari pegawai yang mengajukan promosi jabatan,” ujar Dahnial kepada media.
Sementara itu, masyarakat Pagar Alam menyambut baik pernyataan keras Wali Kota Ludi. Mereka menilai isu jual beli jabatan memang telah menjadi rahasia umum dan perlu ditindak tegas demi menciptakan birokrasi yang bersih.
“Sudah lumrah, tidak ada makan siang gratis. Apalagi di pemerintahan yang mengelola anggaran besar. Maka itu kami mendukung penuh langkah Wali Kota. Kalau tidak dihentikan, budaya korupsi ini akan terus langgeng,” kata Irawan, salah satu warga.[TFK]

