Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Koalisi Serukan Aksi ‘Sumatera Menolak Punah’ untuk Stop Ketergantungan pada Energi Kotor
Regional

Koalisi Serukan Aksi ‘Sumatera Menolak Punah’ untuk Stop Ketergantungan pada Energi Kotor

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda22/04/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Konsolidator Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB). Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Dalam peringatan Hari Bumi 2025, Koalisi Sumatera Menolak Punah melancarkan kampanye besar besaran untuk menyuarakan dampak destruktif pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang terus merajalela di Pulau Sumatra. Dengan tema “Sumatra Menolak Punah,” aksi ini mengingatkan bahwa masa depan lingkungan Sumatra berada di persimpangan kritis.

“Sumatra harus berani memilih jalan yang berkelanjutan dan meninggalkan ketergantungan pada energi kotor,” tegas Ali Akbar, Konsolidator Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB), Rabu (22/4/2025).

Koalisi ini mengkritik kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo yang dinilai lebih memprioritaskan eksploitasi sumber daya alam daripada transisi energi berkelanjutan. Hilirisasi batu bara, gas, dan nikel disebut menjadi fokus utama, sementara isu transisi energi kian terpinggirkan.

“Strategi seperti co-firing, gasifikasi batu bara, dan biomassa hanya memperpanjang umur energi fosil, bukannya mendorong transisi nyata,” tambah Ali.

Hasil riset yang dilakukan koalisi selama dua tahun terakhir mengungkapkan 47 pelanggaran lingkungan di sembilan PLTU Sumatra, dengan 12 laporan telah disampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI. Namun, respons signifikan dari pemerintah dianggap minim.

Arlan, Koordinator aksi “Sumatra Menolak Punah,” menyoroti dampak buruk PLTU terhadap masyarakat sekitar. Lebih dari 4.900 jiwa terdampak polusi udara, sementara aktivitas pengangkutan dan penimbunan batu bara menyebabkan pencemaran Sungai Musi, pendangkalan, dan hilangnya mata pencaharian masyarakat.

“Kerusakan lingkungan dan kesehatan akibat tambang serta transportasi batu bara di Sumsel sangat mengkhawatirkan. Sungai Musi, sebagai jantung perekonomian, harus diselamatkan,” ujar Arlan.

Koalisi mendesak Gubernur Sumsel Herman Deru untuk memimpin percepatan transisi energi di daerahnya. Dengan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) Sumsel yang telah mencapai 24,14 persen atau 989,12 MW, provinsi ini dianggap memiliki peluang besar untuk mempensiunkan PLTU batu bara.

“Mengurangi PLTU batu bara sebanding dengan kapasitas EBT yang terpasang adalah langkah konkret untuk mitigasi kerusakan lingkungan,” kata Bonifasius Ferdinandus Bangun, Direktur Perkumpulan Sumsel Bersih.

Koalisi juga meminta Presiden Prabowo mengambil langkah nyata untuk memulihkan lingkungan dan mendukung korban yang terdampak investasi energi fosil.

Peringatan Hari Bumi ini diharapkan menjadi momentum pemerintah pusat dan daerah untuk menyelamatkan lingkungan, menghentikan pembangunan PLTU baru, serta memitigasi bencana alam yang kian meningkat akibat krisis iklim.[THQ]

Hari Bumi 2025 PLTU Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRibuan Ikan Mendadak Mati di Sungai Lubai, Diduga Tercemar Limbah Berbahaya
Next Article Honor X60 GT Resmi Meluncur, Bawa Chipset Snapdragon 8+ Gen 1
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,874 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,746 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,720 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?