RELUNG.ID – Warga Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, digemparkan oleh fenomena matinya ribuan ikan secara mendadak di Sungai Lubai. Peristiwa yang pertama kali disadari oleh warga Desa Lubai pada Senin (21/4) ini memicu kekhawatiran akan pencemaran limbah berbahaya yang mencemari aliran sungai.
Ribuan ikan berbagai jenis ditemukan mati dan mengapung di permukaan air. Meski terlihat masih segar, banyak pihak menduga kematian massal ini disebabkan oleh zat beracun yang mencemari air sungai.
Camat Lubai Induk, Wien Wierma, mengonfirmasi kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di Sungai Lubai. Selain itu, penggunaan air sungai untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, atau memasak, juga sebaiknya dihentikan sementara hingga hasil penyelidikan selesai,” ujarnya pada Selasa (22/4).
Pihak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lubai kini tengah menyelidiki asal muasal pencemaran tersebut. Penyelidikan difokuskan pada kemungkinan adanya perusahaan yang membuang limbah berbahaya ke sungai.
“Kami sudah mengambil sampel air sungai dan bangkai ikan untuk diuji di laboratorium. Hasil uji ini akan menjadi acuan untuk menentukan langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab,” tambah Wien.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat Sungai Lubai merupakan salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat kini menanti hasil uji laboratorium dan tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memastikan insiden serupa tidak terulang.[THQ]

