RELUNG.ID – Pasar tablet global mencatat pertumbuhan sebesar 8,5 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025.
Kenaikan ini didorong era penggantian perangkat yang dibeli selama pandemi, mulai dari pelaku bisni hingga pelaku pendidikan untuk mendukung aktivitas kerja dan belajar di rumah.
Dikutip dari data Canalys, di Amerika Serikat, pengiriman tablet tumbuh signifikan karena banyak perangkat yang dibeli pada 2020–2021 kini telah memasuki usia empat hingga lima tahun dan membutuhkan pembaruan.
Meskipun pemerintahan Trump sempat mengumumkan tarif impor untuk beragam produk, smartphone, tablet, dan chip akhirnya dikecualikan sehingga dampaknya terhadap harga tablet relatif minimal.
Canalys memproyeksikan, bagaimanapun, bahwa kenaikan harga pada kategori barang lain akan membuat konsumen menunda pembelian tablet, karena perangkat ini dianggap prioritas kedua setelah kebutuhan teknologi yang lebih mendesak.
Pasar Tiongkok mencatat pertumbuhan dua digit, berkat kombinasi subsidi pemerintah dan diskon tradisional Tahun Baru Imlek.
Berbeda dengan segmen ponsel pintar, Apple tetap menguasai posisi teratas di Tiongkok, meski tekanan persaingan semakin kuat.
Huawei dan Xiaomi berhasil tumbuh, didorong strategi mereka menghadirkan ekosistem perangkat pintar yang saling terintegrasi, sementara Honor mencatat kesuksesan di pasar entry-level berkat penawaran harga yang kompetitif.
Secara global, Apple memimpin dengan mengapalkan 13,7 juta unit tablet pada kuartal pertama atau naik 14 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Samsung, meski mencatat penurunan 5,2 persen, masih menempati posisi kedua. Pesaing asal Tiongkok, Xiaomi, menunjukkan pertumbuhan tercepat di antara lima besar dengan peningkatan 56,1 persen YoY dan total 3 juta unit, menggeser Lenovo ke posisi keempat.
Huawei masih bertahan di urutan kelima, meski pengirimannya turun 12,5 persen secara global akibat tekanan pasar di luar Tiongkok.
Selain konsumen ritel, perangkat tablet juga banyak dibeli oleh institusi pendidikan dan korporasi. Namun, pasar korporasi dan pendidikan relatif stagnan pada Q1 2025.
Beberapa pemerintah, seperti Thailand, telah mengumumkan pendanaan multi-tahun untuk program pengadaan tablet di sekolah-sekolah, yang diperkirakan akan memberikan dorongan belanja sepanjang tahun.
Sementara di AS, tekanan politik terhadap Departemen Pendidikan membuat prospek program serupa menjadi kurang pasti.
Dengan siklus penggantian perangkat yang baru bergulir dan beragam kebijakan pemerintah di berbagai negara, Canalys memprediksi bahwa pasar tablet akan terus menunjukkan dinamika yang menarik sepanjang tahun 2025. (LWM)

