RELUNG.ID – Hyundai menghadirkan pembaruan signifikan pada sedan listrik andalannya, Ioniq 6, untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik global dan bersaing lebih ketat dengan Tesla Model 3.
Pembaruan paling mencolok adalah penggunaan baterai berkapasitas 84 kWh, naik dari 77,4 kWh pada model sebelumnya.
Hasilnya, Ioniq 6 kini mendapatkan sertifikasi jarak tempuh resmi 568 kilometer dari Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan.
Hyundai Ioniq 6 ini pun menjadi sedan listrik dengan jarak tempuh terjauh di Korea saat ini. Estimasi jarak tempuh dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) masih menunggu, namun diperkirakan dapat melebihi 581 kilomter, angka yang saat ini dipegang oleh varian SE RWD Long Range.
Meski Ioniq 6 memiliki performa teknis yang mengesankan sejak peluncurannya di Busan International Motor Show 2022, penjualannya belum sebanding dengan ekspektasi.
Hyundai mencatat penjualan sebanyak 12.264 unit di Amerika Serikat sepanjang 2024, jauh di bawah 189.903 unit Tesla Model 3 di periode yang sama.
Tren ini berlanjut di kuartal pertama 2025 dengan penjualan Ioniq 6 turun 9 persen secara tahunan, menjadi 3.318 unit.
Sebagai upaya memperkuat daya saing, Hyundai juga akan mengadopsi Standar Pengisian Daya Amerika Utara (NACS), memungkinkan Ioniq 6 mengakses jaringan Tesla Supercharger yang luas.
Saat ini, pengguna Ioniq dapat menggunakan adaptor, tetapi Hyundai memastikan model masa depan akan dilengkapi port NACS bawaan.
Namun, port bawaan ini diperkirakan baru hadir di Ioniq 6 model tahun 2026, menyusul implementasi awal di Ioniq 5 2025.
Tak hanya peningkatan teknis, Hyundai juga memberikan sentuhan desain ulang pada Ioniq 6.
“Kami juga menyempurnakan setiap garis dan detail agar tampil lebih sederhana dan progresif,” tulis perusahaan. (LWM)

