RELUNG.ID- Kuasa hukum Edi Mashuri (40), sopir dump truk batu bara PT DSB yang menjadi korban penembakan di jalur Houling KM 18/120, Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku.
Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Senin (30/6/2025) sekitar pukul 08.40 WIB. Hingga hari kedua pasca-kejadian, pelaku masih belum ditangkap.
“Sebagai pengacara korban, kami mendesak agar pelaku segera ditangkap,” kata Abdul Azis, kuasa hukum korban, saat ditemui Rabu (2/7/2025).
Azis menilai, kasus ini harus menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2025 yang digelar Polda Sumsel. Ia menegaskan bahwa pelaku dengan sengaja membawa dan menggunakan senjata api untuk melakukan tindakan kekerasan.
“Ini orang bawa senpi, melakukan kejahatan. Sampai hari ini belum ada kabar dari pihak kepolisian. Apalagi pelakunya sangat jelas,” ujarnya.
Azis mengaku dirinya terus dihubungi pihak keluarga korban yang menanyakan perkembangan kasus. Namun hingga kini, belum ada informasi resmi dari Polres Muratara yang diterimanya sebagai kuasa hukum.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini sejak awal ke Polres Muratara. Tiga orang saksi sudah kami ajukan dan diperiksa. Visum juga sudah dilakukan. Sekarang tinggal polisi yang harus bertindak menangkap pelaku,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin, membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
“Masih lidik, belum tahu keberadaan pelaku di mana. Kalau ada perkembangan lebih lanjut, nanti akan kami informasikan,” kata Nasirin singkat.
Diketahui, korban Edi Mashuri merupakan warga Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, yang bekerja sebagai sopir dump truk angkutan batu bara. Ia mengalami luka tembak di paha kiri hingga tembus ke bokong belakang, dan sempat dirawat di RS Rupit.
Penembakan bermula dari perselisihan antara korban dengan seorang pria bernama Arsah pada Minggu malam (29/6/2025), sekitar pukul 22.45 WIB. Percekcokan terjadi akibat kemacetan di jalan houling. Keesokan paginya, perselisihan berujung penembakan terhadap korban.[NSR]

