RELUNG.ID – Pembangunan dan renovasi Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Empat Lawang kini telah mencapai progres sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2025.
Sekolah berasrama (boarding school) ini merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos) RI bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah Empat Lawang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang, Eka Agustina, mengatakan bahwa proses renovasi terus dikebut untuk segera digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Gedung yang direnovasi merupakan aset Pemerintah Kabupaten Empat Lawang yang terletak di kawasan P4T, Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo.
“Renovasi meliputi ruang kelas, ruang guru, laboratorium, hingga fasilitas olahraga. Tinggal menunggu penyelesaian oleh pihak ketiga. Targetnya selesai akhir bulan ini.
Setelah itu, siswa akan dipanggil untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), boarding, dan masuk asrama,” ujar Eka, kemarin.
SR akan menyediakan pendidikan tingkat SMP dan SMA bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Untuk tahap awal, SMP akan membuka tiga rombongan belajar, sedangkan SMA satu rombongan belajar. Proses penerimaan siswa telah rampung dan saat ini tinggal menunggu hasil tes kesehatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat secara nasional terbagi dalam kategori 1A dan 1B. Kabupaten Empat Lawang masuk dalam kategori 1B, yang berarti renovasi masih berlangsung.
Sementara beberapa daerah lain di Sumatera Selatan yang masuk kategori 1A sudah memulai proses belajar mengajar.
Bangunan Sekolah Rakyat menggunakan skema pinjam pakai dari Pemkab Empat Lawang, dengan perjanjian yang sudah ditandatangani bersama Kemensos di Jakarta.
Kedepan, lahan akan tetap menjadi milik Pemkab, sedangkan bangunan menjadi aset Kementerian Sosial.
Semua fasilitas dan pembelajaran diberikan secara gratis bagi siswa penerima manfaat.
Guru-guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, sementara kegiatan sosial akan didampingi langsung oleh Dinas Sosial.
“Kepala sekolah juga telah selesai mengikuti pembekalan dan retret yang diselenggarakan oleh Kemensos,” pungkasnya. (SLM)

