Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»32 Ton Paha Kodok Asal Sumsel Diekspor ke Prancis, Nilai Capai Rp5,2 Miliar
Regional

32 Ton Paha Kodok Asal Sumsel Diekspor ke Prancis, Nilai Capai Rp5,2 Miliar

alwiBy alwi02/08/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ekspor paha kodok ke Prancis. (Handout).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sumatera Selatan kembali mencatatkan prestasi dalam ekspor komoditas unggulan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) memfasilitasi ekspor sebanyak 32,06 ton paha kodok ke Prancis, dengan nilai ekonomi mencapai Rp5,24 miliar.

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, menyatakan bahwa ekspor ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam menjaga mutu dan kelayakan produk agar mampu menembus pasar internasional.

“Kami mendukung penuh pelaku usaha untuk menembus pasar ekspor. Melalui tindakan karantina, kami pastikan setiap produk yang dikirim telah memenuhi persyaratan teknis dan standar internasional,” katanya, Jumat (1/8/2025).

Baca juga :   WFH ASN Sumsel Berlaku Jumat Ini, Kendaraan Dinas Juga Dibatasi 50 Persen

Ekspor paha kodok tak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa daerah, namun juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, terutama para penangkap kodok di wilayah pedesaan.

Menurut Sri Endah, aktivitas ini menjadi sumber pendapatan alternatif sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, sejalan dengan prinsip konservasi dan perlindungan ekosistem.

Karantina Sumsel mencatat, sepanjang tahun 2023 ekspor paha kodok mencapai 17,08 ton, sementara pada tahun 2024 volume ekspor melonjak menjadi 86,4 ton, meningkat drastis sebesar 405,85 persen.

Baca juga :   6.812 Pangkalan LPG 3 Kg Tersebar di Sumsel

“Kami akan terus berkomitmen mendorong percepatan ekspor komoditas unggulan Sumsel. Dengan layanan karantina yang cepat, tepat, dan profesional, kami berharap sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekspor nasional,” tambahnya.

Kodok rawa yang menjadi komoditas ekspor ini berasal dari habitat alami seperti lahan basah dan persawahan. Setelah ditangkap, bagian paha kodok yang memiliki nilai jual tinggi diolah di fasilitas yang telah memenuhi standar keamanan pangan internasional.

Negara tujuan seperti Prancis dikenal memiliki standar ketat terhadap produk pangan impor. Oleh karena itu, seluruh proses pengolahan dilakukan oleh eksportir bersertifikasi dan telah menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) guna memastikan produk aman dikonsumsi.

Baca juga :   FSPASS Lantik Struktur Kepengurusan di Periode 2023-2025

Sebelum pengiriman, Karantina Sumsel melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari verifikasi dokumen, pengawasan tempat pengolahan, hingga uji fisik terhadap produk. Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar keamanan pangan.

Dengan kelengkapan dokumen dan jaminan mutu, produk paha kodok asal Sumatera Selatan dinyatakan layak ekspor dan siap bersaing di pasar internasional, khususnya Uni Eropa. (DSK)

Paha Kodok Prancis Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTerkendala Kondisi Lapangan dan Peralatan, Satu Hektar Lahan di Belalau Lubuklinggau Terbakar
Next Article 8 Agustus, Infinix GT 30 5G+ Siap Meluncur
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,897 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,770 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,743 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?