RELUNG.ID- Luapan Sungai Rawas akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menyebabkan banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.
Hingga kini, banjir masih merendam permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi.
Dari pantauan di lapangan, banjir di Kecamatan Karang Dapo mencapai setinggi paha orang dewasa, sementara di Kecamatan Rawas Ilir, ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa, dan di beberapa titik lebih tinggi.
Kabid Pencegahan BPBD Muratara mengatakan bahwa banjir di Kecamatan Karang Dapo mulai dirasakan warga sejak Senin (3/3), dengan ketinggian air terus meningkat hingga mencapai paha orang dewasa.
Sementara itu, di Kecamatan Rawas Ilir, tujuh desa terdampak banjir selama hampir satu pekan.
“Tujuh desa di Kecamatan Rawas Ilir yang terdampak banjir adalah Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I (BM I), Beringin Makmur II (BM II), Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh, dan Pauh I,” ujarnya, Selasa (4/3).
Ketinggian air di setiap desa bervariasi, mulai dari setinggi pinggang hingga melebihi dada orang dewasa. Ia juga menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Rawas Ilir memang kerap mengalami banjir lebih lama dibanding daerah lain karena berada di hilir Sungai Rawas.
“Jika Rawas Ilir terdampak banjir, biasanya berlangsung lama, bahkan bisa mencapai satu bulan. Berbeda dengan kecamatan lain yang hanya terendam satu atau dua hari saja,” jelasnya.
Sementara itu, seorang warga Desa Pauh, Icha (38), mengungkapkan bahwa selain terdampak banjir, warga juga harus menghadapi pemadaman listrik dan sulitnya akses komunikasi.
“Sudah hampir seminggu kami merasakan banjir, ditambah lagi listrik padam dan jaringan telekomunikasi tidak ada. Kami seperti terisolir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun ketinggian air mencapai dada orang dewasa, sebagian besar rumah warga masih aman dari genangan karena merupakan rumah panggung.
“Sebagian rumah warga masih rumah panggung, jadi air tidak masuk ke dalam rumah. Namun, ada beberapa rumah yang tetap terendam,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, banjir masih merendam wilayah terdampak, dan warga berharap adanya bantuan serta pemulihan jaringan listrik dan komunikasi secepatnya. [LTM]

