RELUNG.ID- Kasus keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Sumatera Selatan. Kali ini, insiden terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menimpa sekitar 80 pelajar dari dua sekolah pada Selasa (2/9/2025) malam hingga Rabu dini hari.
Sebanyak 50 pelajar SMPN 1 Pedamaran dan 30 pelajar SDN 5 Pedamaran terpaksa mendapat perawatan medis di Puskesmas Pedamaran setelah mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Hingga Rabu sore, delapan siswa masih dirawat intensif karena kondisi belum stabil.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus keracunan MBG di Sumsel. Sebelumnya, pada 5 Mei 2025, sebanyak 165 pelajar dari 10 sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) juga mengalami keracunan.
Hasil pemeriksaan saat itu mengungkap air yang digunakan untuk mengolah makanan tercemar bakteri E. Coli dan Total Coliform di atas ambang batas.
Kasus serupa juga pernah terjadi pada 18 Februari 2025 di SDN 7 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Delapan pelajar keracunan setelah menyantap nasi gratis yang ternyata terkontaminasi ulat kecil.
Polisi bahkan sempat memeriksa dapur penyedia makanan, Pondok Dua Sepakat, yang bertanggung jawab dalam program MBG di sekolah tersebut.
Menanggapi insiden terbaru ini, Anggota Komisi V DPRD Sumsel, Fajar Febriansyah, menyampaikan keprihatinannya.
“Kami menyayangkan peristiwa ini karena sudah tiga kali terjadi di Sumsel. Padahal program MBG sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Komisi V akan membahas persoalan ini dalam rapat kerja bersama pimpinan. Kami berharap BGN lebih serius menanggapi agar kasus serupa tidak terulang,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).
Fajar menambahkan, pihaknya menunggu hasil evaluasi kepolisian serta instansi terkait untuk memastikan penyebab pasti keracunan di OKI. Ia juga menekankan pentingnya pemulihan kesehatan siswa sekaligus menghilangkan trauma agar anak-anak tidak takut kembali mengonsumsi menu MBG. [DSK]

