RELUNG.ID – Samsung Electronics mencatat kinerja keuangan yang solid pada kuartal III 2025, seiring meningkatnya permintaan chip memori yang didorong oleh tren kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu memperkirakan laba kuartalan tahun ini lebih besar sejak tahun 2022.
Dalam panduan pendapatan (earnings guidance) yang dirilis baru-baru ini, Samsung memproyeksikan pendapatan mencapai KRW 86 triliun (sekitar USD 60 miliar), dengan laba operasi diperkirakan sebesar KRW 12,1 triliun (sekitar USD 8,5 miliar).
Angka tersebut mencerminkan kenaikan masing-masing 32 persen dan 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif ini sebagian besar ditopang oleh kenaikan harga chip memori dalam beberapa bulan terakhir.
Permintaan yang kuat untuk chip DRAM dan NAND, yang banyak digunakan di pusat data berbasis AI, turut mendorong peningkatan pendapatan.
Namun, di sisi lain, permintaan terhadap chip High Bandwidth Memory (HBM) komponen kunci dalam akselerator AI masih berada di bawah ekspektasi.
Meski demikian, analis menilai prospek jangka panjang Samsung tetap cerah berkat posisinya sebagai salah satu produsen chip terbesar di dunia dan meningkatnya investasi global di sektor AI. (LWM)

